Cara Sahabat Nabi Jadi Pebisnis Kaya dan Berkah

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umumnya pebisnis ingin meraih kesuksesan. Islam mengajarkan, perdagangan yang menghasilkan profit dan kekayaan berlimpah bukanlah hal yang salah, selama dilakukan dengan cara-cara yang halal.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada berbagai contoh seiring sejalannya kekayaan dan kesalehan. Di antaranya ialah Abdurrahman bin Auf.

Sahabat Nabi itu menjadi contoh pedagang sukses dan kaya raya dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, kemurahan hati, dan kemudahan dalam bermuamalah.

Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulum ad-Din mengungkap tiga cara utama yang ditempuh Abdurrahman bin Auf hingga mencapai keberhasilan dalam dunia bisnis tanpa kehilangan keberkahan.

Imam Ghazali menukil percakapan ketika sang sahabat Nabi ditanya, "Apa yang menyebabkan kamu sukses dalam berniaga?"

Abdurrahman bin Auf menjawab, "Ada tiga perkara yang sudah aku lakukan dalan berniaga: aku tidak pernah menolak laba (keuntungan) sekecil apa pun; aku selalu menjual barang secara tunai serta tidak pernah secara kredit; dan aku tidak pernah menangguhkan menjual suatu barang untuk dijual saat harganya merangkak tinggi."

Dalam riwayat lain, Abdurrahman bin Auf menambahkan, "Aku rela untuk tidak meraih keuntungan demi kepentingan yang lebih mulia. Jika seorang penjual menjual barang kepada pihak yang lemah atau miskin, maka tidak ada salahnya menjual walaupun dengan harga yang serendah mungkin. Rela menjual barang kepada pembeli yang miskin meski harus menyingkirkan keuntungan yang bisa diraih, itu termasuk perbuatan ihsan dalam berniaga."

Pebisnis juga tidak jarang menjumpai keadaan utang-piutang. Sebagai pemilik piutang, seorang pebisnis pun harus beretika. Abdurrahman bin Auf berkata, "Perlihatkan kebaikan dan perlakukan dengan baik pada saat pembayaran utang dan pemenuhan kewajiban. Menerima dan memaafkan pembayaran yang kurang pada saat dan kondisi tertentu. Memberi waktu dan memaafkan untuk melunasi utang yang belum bisa dibayar. Kemudian, menagih utang dengan cara-cara yang baik serta tidak berlaku aniaya."

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Mudah-mudahan Allah melimpahkan kasih sayang dan karunia-Nya kepada orang yang memudahkan penjualan, pembelian, dan pembayaran utang-piutang."

Rasulullah SAW bersabda, "“Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Az-Zubair di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa’ad bin Abi Waqqas di surga, Sa’id bin Zaid di surga, Abu Ubaidah bin al-Jarrah di surga" (HR Ahmad, Tirmidzi dan an-Nasai).

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |