Warga membawa bantuan yang didistribusikan dari Helikopter Caracal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja di Nagari Ranah Pasisie, Pasaman Barat, Sumatera Barat, Ahad (21/12/2025). TNI-AU melalui Lanud Sutan Sjahrir Padang kembali mendistribusikan 3.000 kilogram logistik untuk korban terdampak banjir bandang di Nagari Ranah Pasisie Pasaman Barat karena akses melalui darat masih sulit dengan jarak tempuh yang jauh.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perum Bulog menyalurkan beras bantuan untuk penanganan bencana hidrologi di wilayah Sumatera dengan total mencapai 14.227 ton hingga 2 Januari 2026. Penyaluran tersebut difokuskan untuk menjamin ketersediaan pangan masyarakat di daerah terdampak banjir dan longsor selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan penyaluran bantuan dilakukan dengan skema penguatan stok di setiap daerah terdampak. Bulog melipatgandakan stok hingga tiga kali lipat dari kebutuhan awal yang diajukan pemerintah daerah guna memastikan kabupaten dan kota tidak mengalami kekurangan pasokan.
“Total kami salurkan sampai dengan hari ini, tanggal 2 Januari 2026, adalah 14.227 ton,” kata Rizal dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Penyaluran terbesar dilakukan ke Provinsi Aceh dengan volume pengiriman mencapai 8.676 ton. Bulog juga memastikan ketersediaan stok di wilayah tersebut berada pada level aman untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.
“Permintaannya Aceh, total yang sudah kami kirim adalah 8.676 ton dan stok yang ada di Aceh saja 75.000 ton,” ujar Rizal.
Selain Aceh, Bulog menyalurkan 4.482 ton beras ke Sumatera Utara dengan posisi stok di gudang mencapai 25.781 ton. Untuk Sumatera Barat, penyaluran tercatat 1.069 ton dengan stok tersisa 8.527 ton di gudang wilayah tersebut.

3 hours ago
2








































