REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengumumkan rencana pelibatan Karang Taruna dalam Tim Jemput Gabah untuk memperkuat penyerapan gabah petani di berbagai wilayah, yang bertujuan meningkatkan stok cadangan beras pemerintah (CBP).
Rizal menjelaskan, skema ini akan memperluas tim lapangan yang sudah ada dengan menggabungkan penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, serta melibatkan pemuda desa. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat dan mengoptimalkan proses pengawalan panen.
"Program Tim Penjemput Gabah ini, kita sudah siapkan timnya. Baik dari PPL, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, ditambah lagi kita libatkan Karang Taruna di desa-desa," ujar Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat.
Rizal menambahkan, pelibatan Karang Taruna diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan musiman bagi pemuda desa saat panen tiba, memberikan penghasilan, dan mengurangi urbanisasi.
"Kita berdayakan Karang Taruna di masing-masing desa agar mereka memiliki pekerjaan ketika musim panen," lanjut Rizal.
Menurut Rizal, pemuda desa yang tergabung dalam tim ini lebih mengenal petani setempat, mempercepat koordinasi, dan meningkatkan kepercayaan dalam penyerapan hasil panen padi berkualitas sesuai standar usia panen.
Sinergi antara PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Karang Taruna juga diarahkan untuk mengawal kualitas gabah agar sesuai usia panen, mencegah panen dini, dan menjaga mutu beras nasional.
"Kami berharap ini memberikan peluang kerja di desa sehingga mereka tidak perlu urbanisasi ke kota," ungkap Rizal.
Meski begitu, rincian skema kerja sama ini masih akan dimatangkan bersama pemangku kepentingan terkait. Langkah kolaboratif ini dimaksudkan untuk memperkuat penyerapan gabah berkualitas, melindungi petani dari tengkulak, dan memastikan stabilitas pasokan beras nasional sepanjang musim panen raya.
Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR, Saadiah Uluputty, juga mendorong agar Perum Bulog menggandeng organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna dalam penyerapan gabah petani.
“Keterlibatan Karang Taruna akan memberikan manfaat ganda, termasuk melatih pemuda untuk memahami pentingnya ketahanan pangan nasional,” ujar Saadiah.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
1













































