INFLUENCER serta pecinta lari dr Tirta memberikan tips buat pelari yang ingin meraih performa terbaik dalam kompetisi. Menurut pemilik nama lengkap Tirta Mandira Hudhi ini, ikut olahraga lari biasanya ada dua tujuan. Pertama untuk menambah kecepatan, kedua demi memiliki badan mendekati bentuk ideal.
Tirta menyarankan agar para pelari juga melakukan latihan beban, tidak hanya latihan lari saja. "Kalau kalian bukan atlet maka jangan cuma lari, ikut juga ambil strength training," katanya pada peluncuran 910Nineten Race pada pertengahan Juni 2026 di Jakarta.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Tirta mengatakan latihan beban bisa menambah massa otot, serta menambah rasa percaya diri ketika hendak melakukan selfie saat di garis finish. Tentu saja ia juga menyarankan rajin latihan lari. "Kalau niatnya mau ngebut maka latihan terus, harus di pace yang nggak nyaman, serta turunkan berat badan dan fat-nya baru bisa lari kencang," katanya.
Tirta mengaku suka olahraga lari. Ia sempat memiliki berat badan hingga 77 kilogram. Menurutnya, jumlah itu tergolong bulk. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menurunkan berat badan dengan lari. Ia mengkuti berbagai lomba lari. "Pada 2025, aku sampai ikut 5 kali lomba Half Marathon," katanya.
Ia pun suka melakukan olahraga kalistenik, yaitu jenis olahraga yang mengandalkan berat badan sendiri sebagai beban utama untuk melatih kekuatan, kelenturan, dan daya tahan tubuh. Kalistenik membantunya menambah massa tubuh. Baginya, olahraga ini pun tergolong simple, karena ia bisa melakukan gerakan push up, atau pull up tanpa menggunakan alat olahraga.
Tirta menambahkan ia juga suka renang, dan bersepeda. Olahraga baginya menjaga kebugaran, dan itu semakin menjadi kesehariannya. "Olahraga itu sudah menjadi kebiasaan aku. Tapi kalau diurutkan, aku paling suka itu, kalistenik, lari, sepeda, baru renang," kata Tirta.
Tirta juga mengoleksi banyak sepatu. Menurutnya, koleksi sepatunya sudah mencapai 600 pasang. Dari jumlah itu, sekitar 300 pasang saja yang laik pakai. "Aku kan punya perusahaan cuci sepatu. Perawatannya di situ," kata Tirta.
910Nineten Race 2026
Tirta bercerita dari 600 pasang sepatu miliknya hanya 7 persen yang merupakan sepatu brand lokal. Ia menilai, sepatu brand lokal masih punya banyak pekerjaan rumah untuk bersaing dengan brand global. Riset dan pengembangan adalah dasar yang penting dimiliki sepatu brand lokal. Sayang, masih banyak yang terkendala modal pengembangan. "Makanya yang dibutuhkan brand lokal itu modal lebih banyak. Agar bisa kembangkan R n D, bayar ahli, sehingga bisa mengejar ketertinggalan dan semakin bersaing dengan brand global," kata Tirta.
Ia mengapresiasi sudah ada beberapa brand lokal yang mampu bersaing di pasar sepatu olahraga, salah satunya 910Nineten. "Brand lokal ini bisa menambah variasi pilihan sepatu bagi masyarakat," katanya.
910 Nineten menggelar ajang lari berskala nasional, 910Nineten Race 2026. Lomba Lari ini adalah yang tahun kedua yang diadakan brand tersebut. "Kami mendukung pelari lokal menjadi lebih berkelas. Dengan format yang sama, ajang lari ini menyediakan tiga kategori lomba; Half Marathon (HM) 21,195 KM, 10K dan 5K," kata Anastasia Irene, CEO 910Nineten Indonesia.
910Nineten Race tahun kedua ini akan terjadi pada 11 Oktober 2026. "Kami mengajak pelari dan masyarakat dapat berpartisipasi, sebab lomba kali ini akan menyisihkan dana dari pendaftaran peserta untuk didonasikan ke yayasan demi membantu sesama," ucap Anastasia Irene.
Race Director 910Nineten Race 2026 menjelaskan lomba lari ini akan kembali menantang para pelari untuk meraih pencapaian personal best mereka. "Jika tahun lalu sukses diikuti lebih dari 2000 pelari, maka tahun ini kami menargetkan akan ada 3000 lebih pelari ikut mendaftarkan jadi peserta dan berlomba di race venue yang sama, di ICE BSD, Tangerang," kata Asep lagi.
















































