REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menempatkan penguatan UMKM berbasis ekonomi kreatif sebagai bagian dari strategi perbankan untuk memperluas basis pertumbuhan usaha dan menjaga daya saing di tengah ketidakpastian global. Di sektor fesyen, adaptasi produk berbasis budaya dinilai menjadi kunci agar UMKM mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Tenun dan wastra Nusantara, misalnya, mulai dikemas dengan pendekatan desain modern agar lebih relevan dengan selera konsumen, baik di dalam maupun luar negeri. Pendiri UMKM fesyen asal Bogor, Kriti by Lusy, Lusy Rachmat, mengatakan perubahan pendekatan desain diperlukan agar kain tradisional tidak berhenti sebagai produk seremonial.
“Tercetus ide Kriti by Lusy karena saat itu sering bertemu dengan teman-teman wanita dan mereka mengeluh mempunyai bahan tenun, tetapi tidak tahu bagaimana memanfaatkannya, sehingga saya mempunyai ide kain tenun untuk bisa di-design menjadi baju mix dengan tenun lurik,” ucap Lusy dalam keterangan yang diterima, Sabtu (3/1/2026).
Menurut dia, karakter tenun dan lurik yang bersifat timeless membuat produk lebih mudah diterima lintas generasi. Namun, kemampuan UMKM untuk berkembang dan menembus pasar yang lebih luas tetap membutuhkan dukungan ekosistem usaha yang kuat, mulai dari pembiayaan hingga akses pemasaran.
Dalam konteks tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menegaskan komitmennya mendorong UMKM agar naik kelas dan memiliki daya saing berkelanjutan. Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan penguatan UMKM kreatif dilakukan melalui pendampingan dan pembinaan berkelanjutan.
“BRI terus memberikan apresiasi terhadap kemajuan industri kreatif melalui beragam produk UMKM, mulai dari fashion batik modern, aksesori etnik, hingga kerajinan tangan melalui serangkaian inisiatif kolaboratif dengan berbagai pihak,” ujar Dhanny.
Ia menambahkan, dukungan perbankan diarahkan agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu memperluas pasar dan memperkuat struktur bisnisnya.
“Ke depan, BRI akan terus menciptakan lebih banyak peluang dalam memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia,” katanya.
Penguatan UMKM berbasis ekonomi kreatif dinilai sejalan dengan strategi perbankan nasional dalam menjaga kualitas pertumbuhan kredit, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi melalui sektor riil yang memiliki nilai tambah tinggi.

21 hours ago
4













































