BREAKING NEWS: Banyak Ledakan di Caracas, AS Mulai Serang Venezuela?

22 hours ago 4

Asap mengepul di bandara La Carlota setelah ledakan dan pesawat terbang rendah terdengar di Caracas, Venezuela, Sabtu, 3 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS – Sejumlah ledakan besar terdengar di ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu waktu setempat. Sementara pesawat-pesawat tempur terdengar terbang rendah di negara yang belakangan jadi sasaran militer Amerika Serikat tersebut.

Seorang koresponden Al Jazeera melaporkan mendengar suara pesawat tempur dan ledakan, serta kepulan asap membubung di ibu kota Venezuela, Caracas.  Koresponden menambahkan bahwa ledakan terjadi di berbagai bagian kota.

Reuters melaporkan bahwa listrik padam di daerah dekat pangkalan militer di selatan ibu kota, tanpa komentar resmi dari pihak berwenang Venezuela. Sedangkan Associated Press melaporkan mendengar setidaknya tujuh ledakan di ibu kota Venezuela.

Pemerintah Venezuela tidak segera menanggapi permintaan komentar. Orang-orang di berbagai lingkungan bergegas ke jalan. Beberapa dapat dilihat dari kejauhan dari berbagai wilayah di Caracas. 

Hal ini terjadi ketika militer AS dalam beberapa hari terakhir menargetkan kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba. Pada Jumat, Venezuela mengatakan pihaknya terbuka untuk merundingkan perjanjian dengan Amerika Serikat untuk memerangi perdagangan narkoba. 

Presiden AS Donald Trump selama berbulan-bulan telah mengancam bahwa ia akan segera memerintahkan serangan terhadap sasaran-sasaran di wilayah Venezuela. AS juga telah menyita kapal tanker minyak yang terkena sanksi di lepas pantai Venezuela, dan Trump memerintahkan blokade terhadap kapal tanker lain dalam sebuah tindakan yang tampaknya dirancang untuk memberikan tekanan yang lebih ketat pada perekonomian negara Amerika Selatan tersebut.

Militer AS telah menyerang kapal-kapal di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur sejak awal September. Pada hari Jumat, jumlah serangan kapal yang diketahui adalah 35 dan jumlah orang yang tewas setidaknya 115, menurut angka yang diumumkan oleh pemerintahan Trump.

Perkembangan ini juga dibarengi penumpukan besar pasukan Amerika di perairan Amerika Selatan, termasuk kedatangan kapal induk tercanggih di Amerika pada bulan November. Kedatangan kapal itu menambah ribuan tentara lagi yang merupakan kehadiran militer terbesar di wilayah tersebut selama beberapa generasi.

Trump membenarkan penempatan kapal tersebut sebagai tindakan eskalasi yang diperlukan untuk membendung aliran narkoba ke Amerika Serikat dan menegaskan bahwa Amerika terlibat dalam “konflik bersenjata” dengan kartel narkoba.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |