REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air bersih untuk mengantisipasi potensi krisis air pada musim kemarau tahun ini. Langkah tersebut dinilai penting karena musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih panas akibat pengaruh fenomena El Nino.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya.
“Sehingga masyarakat diharapkan bisa secara mandiri mengantisipasi. Misalnya dengan bersiap menyediakan air, menampung air, kemudian menghemat air, lalu menggunakannya dengan lebih bijak,” kata Fithriandy, Sabtu (4/7/2026).
Fithriandy mengatakan, penghematan air dapat dilakukan melalui berbagai cara sederhana, seperti mengurangi penggunaan air untuk mencuci kendaraan apabila tidak terlalu diperlukan.
“Tidak untuk mencuci mobil barangkali nanti pada saat puncaknya. Kalau memang kendaraannya tidak terlalu kotor, cukup dilap saja. Jadi semacam itulah penghematan. Bentuk-bentuknya diserahkan kepada masyarakat bagaimana pelaksanaannya,” ujarnya.
Fithriandy mengungkapkan, berdasarkan pengalaman musim kemarau sebelumnya, hampir seluruh wilayah Kota Cimahi berpotensi mengalami krisis air bersih apabila kemarau berlangsung cukup lama.
“Sekitar 300 RW dari total 312 RW melaporkan kepada pemerintah kelurahan, kemudian diteruskan kepada kami mengenai krisis air bersih. Jadi di seluruh kelurahan, ada daerah-daerah tertentu yang rawan terdampak kekeringan atau kekurangan air bersih,” ungkap Fithriandy.
Menurut dia, krisis air bersih di Kota Cimahi dipicu menurunnya muka air tanah sehingga sumur milik warga mengalami penyusutan debit air saat musim kemarau. Kondisi tersebut diperparah tingginya pemanfaatan air tanah di sejumlah wilayah.
“Jadi kekeringannya itu disebabkan sumber air di sumur mengalami penurunan. Karena di sana mayoritas sumber airnya itu dari sumur ditambah berebut dengan industri air tanahnya juga,” katanya.
BPBD Kota Cimahi bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi krisis air bersih, termasuk memperkuat koordinasi penyediaan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak.
“Personel kita lebih dipersiapkan, peralatan kita lebih dipersiapkan, kemudian koordinasi yang lebih intens dengan dinas terkait, seperti pengadaan air bersih di DPKP dalam hal ini. Kemudian dinas terkait lainnya yang kira-kira berkompetensi atau berkaitan dengan musim kemarau,” kata Fithriandy.

1 week ago
23














































