Berandalan Bermotor Berulah di Cimahi, Keroyok hingga Rampas Ponsel Warga

1 hour ago 1

Para gerombolan bermotor kembali berulah di Kota Cimahi, Jawa Barat. Satu orang warga mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya usai diduga dikeroyok berandalan bermotor.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Para gerombolan bermotor kembali berulah di Kota Cimahi, Jawa Barat. Satu orang warga mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya usai diduga dikeroyok berandalan bermotor. 

Aksi berandalan bermotor yang terekam kamera warga dan viral di media sosial diketahui terjadi di Jalan Jenderal Amir Machmud, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan pada Ahad (5/4/2026 dini hari. Dalam video yang beredar, terlihat korban sedang dikeroyok para terduga pelaku yang jumlahnya cukup banyak.

Para pelaku ada yang menenteng beragam jenis senjata tajam hingga benda tumpul lainnya. Usai melakukan aksi kekerasan terhadap korban, berandalan bermotor itu langsung meninggalkan lokasi kejadian menggunakan sepeda motor.

"Betul kejadiannya di sini (Cibeureum) mungkin sekitar jam 01.30 WIB pas hari Minggu subuh (dini hari)," kata Yadi (45), salah seorang warga, Rabu (8/4/2026).

Dari yang diketahuinya, para berandalan yang menggunakan sepeda motor itu jumlahnya cukup banyak. Bahkan, ia seperti mendengar suara ledakan petasan dari jalan raya yang membuatnya ketakutan.

"Saya cuma lihat sebentar ada motor banyak kaya konvoi pada bawa senjata kaya samurai. Kalau yang posisi pas dikeroyoknya kurang tau," ujar dia.

Sementara itu Kepala Seksi Humas Polres Cimahi Iptu Gofur Supangkat membenarkan kejadian kekerasan oleh para gerombolan bermotor itu. Satu orang mengalami luka usai dipukuli hingga dibacok menggunakan senjata tajam.

"Betul kamia sudah menerima informasi dan laporan dari korban terkait kejadian kekerasan itu," ungkap Gofur. 

Selain itu, para teruga pelaku juga merampas satu unit handphone jenis iPhone milik korban. Pihak kepolisian sudah melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP) hingga meminta keterangan saksi untuk mengungkap kasus kekerasan tersebut.

"Kami sekarang sedang melakukan penyelidikan. Mudah-mudahan segera tertangkap dan terungkap kasusnya," kata Gofur.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |