REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan operasi pencarian dan pertolongan korban KMP Virgo Transport 8 berbeda dengan proses salvage atau pengangkatan kapal yang dilakukan perusahaan dan pihak asuransi. Meski terpisah, kedua proses tersebut tetap dikoordinasikan agar evakuasi korban dapat dimaksimalkan.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, proses salvage kapal saat ini telah berjalan melalui pihak perusahaan dan asuransi. Sementara itu, Basarnas bersama tim SAR gabungan tetap menjalankan operasi pencarian dan evakuasi korban.
"Ini terpisah antara salvage, proses salvage dengan proses operasi SAR, itu beda ya, beda," kata dia saat konferensi pers secara daring, Ahad (20/9/2026).
Menurut Putu, pihak perusahaan dan asuransi telah menjalankan tahapan proses salvage. Basarnas juga telah menerima informasi mengenai proses tersebut, sehingga dapat berkoordinasi untuk memanfaatkan waktu yang tersedia dalam melakukan evakuasi korban dari badan kapal.
"Operasi SAR dilaksanakan oleh Basarnas bersama seluruh tim SAR gabungan. Operasi salvage itu dilaksanakan oleh pihak asuransi dan perusahaan," kata dia.
Saat ini, Basarnas memang memfokuskan operasi pada badan KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Pada hari kedelapan pencarian, satu korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia dari badan kapal.
Proses evakuasi masih menghadapi kendala kondisi perairan. Arus bawah laut di lokasi kejadian disebut mencapai 1 hingga 2,7 knot sehingga berisiko bagi penyelam. Kondisi gelombang juga membuat pergerakan sejumlah kapal menjadi lebih lambat.
Basarnas sebelumnya mencoba menggunakan remotely operated vehicle (ROV) untuk membantu pencarian di dalam kapal. Namun, alat tersebut belum dapat dimaksimalkan karena arus laut yang kuat.
Putu mengatakan, Basarnas akan kembali memanfaatkan ROV untuk memandu penyelam dalam pencarian di bagian dalam kapal. Rancang bangun kapal yang telah diperoleh akan digunakan untuk menentukan akses dan lorong-lorong yang dapat ditelusuri ROV.
Selain itu, Basarnas telah menyiapkan Satgas Evakuasi untuk mengantisipasi tahapan pengangkatan kapal. Satgas tersebut melibatkan personel Polair, Lanal, Brimob, TNI Angkatan Laut, dan Basarnas.
"Begitu nanti proses ini diangkat kapalnya, nah tentunya pasti akan ada korban-korban yang mungkin yang masih dalam kapal itu pasti akan keluar misalnya. Nah, pada saat itulah tim ini sudah siap untuk melaksanakan proses evakuasi, berkolaborasi ya," kata Putu.
sumber : Antara

2 hours ago
3















































