ATI Akan Gelar FGD Terkait dengan Infrastruktur Jalan Tol

5 hours ago 2

INFO TEMPO – Asosiasi Tol Indonesia (ATI) akan menyelenggarakan focus group discussion (FGD) yang akan membahas “penyelarasan ekosistem infrastruktur jalan tol untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan sebagai peran vital mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional", di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. ATI berkomitmen mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,keselamatan jalan, serta modernisasi ekosistem transportasi nasional.

“Pembangunan jalan tol pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ketua Umum ATI Rivan A. Purwantono.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Publik, dia melanjutkan, membutuhkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, berkualitas,dan andal. Karena itu, ATI bersama pemerintah terus bersinergi untuk menjaga keberlanjutan industri sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan jalan tol terbaik.

Jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia saat ini telah mencapai 3.115,98 kilometer (76 ruas jalan tol) yang dikelola oleh 59 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dengan akumulasi nilai investasi mencapai Rp 668 triliun untuk ruas beroperasi dan diproyeksikan mendekati Rp 1.000 triliun termasuk ruas dalam tahap konstruksi dan persiapan. Di sisi lain, kapasitas pembiayaan pemerintah memiliki keterbatasan. sehingga diperlukan terobosan kebijakan dan skema pembiayaan yang dapat mendorong partisipasi swasta.

Sebagian besar ruas jalan tol yang beroperasi saat ini masih berada dalam fase awal hingga menengah siklus pengembalian investasi sehingga memerlukan keselarasan struktur keuangan yang sehat untuk menjaga keberlanjutan pengusahaan jangka panjang. Kondisi ini kian diperparah oleh maraknya kendaraan over dimension over loading (ODOL) yang mempercepat kerusakan fisik jalan dan membahayakan pengguna jalan.

Forum ini hadir sebagai ruang dialog solutif lintas pemangku kepentingan untuk menyelaraskan kebijakan regulasi, menjaga kelayakan iklim investasi, termasuk kebutuhan untuk mendorong model pembiayaan yang lebih berkelanjutan dengan memperbesar peran investasi swasta serta meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol di seluruh Indonesia.

Hasil rumusan tersebut nantinya diserahkan sebagai bahan masukan strategis yang bermanfaat bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan jalan tol nasional yang adil, berkelanjutan, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan percepatan pembangunan Indonesia.

Adapun penyelenggaraan FGD ini turut mengundang jajaran pemangku kepentingan kunci. Acara direncanakan dibuka dengan sambutan dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Diskusi interaktif ini akan dipandu oleh pakar manajemen Rhenald Kasali, dengan menghadirkan narasumber utama Muhammad Chatib Basri dan Bambang Brodjonegoro.

Forum ini akan melibatkan perwakilan embaga legislatif dari Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia serta jajaran Kementerian dan lembaga terkait. Unsur kementerian mencakup Kementerian Pekerjaan Umum beserta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum, sera Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Selain itu, hadir perwakilan lembaga negara dan pengawasan, seperti Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia, Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Diskusi ini turut diperkaya oleh kalangan akademikus dan pakar, di antaranya Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, guru besar Fakultas Hukum Universitas Trisakti, dan pengamat kebijakan publik.

Sebagai pelengkap, sektor masyarakat dan dunia usaha juga hadir yang diwakili oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Asosiasi Jalan Tol Indonesia, kalangan perbankan, serta investor.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Jenderal ATI Kristianto menggarisbawahi bahwa keselarasan pandangan antara pemerintah dan pelaku industri merupakan pilar utama dalam merumuskan skema pembiayaan dan regulasi jalan tol yang berkeadilan.

"Sinergi dan keseimbangan kebijakan sangat penting bagi masa depan industri jalan tol nasional. Melalui pelaksanaan FGD ini, ATI berharap dapat menghimpun berbagai pemikiran kritis dan gagasan solutif lintas sektor yang akan kami rumuskan secara komprehensif dalam dokumen rekomendasi kebijakan (white paper)," tutur Kristianto. (*)

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |