Arab Saudi Tolak Permintaan Tambahan Kuota Haji Nigeria

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Komisi Nasional Haji Nigeria (NAHCON) mengumumkan bahwa Pemerintah Arab Saudi menolak permintaan Nigeria untuk menambah alokasi kuota haji 2027. Dengan demikian, kuota Nigeria tetap tidak berubah meski permintaan dari calon jamaah di berbagai wilayah negara tersebut terus meningkat.

NAHCON mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi resmi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk meminta tambahan kuota. Permintaan tersebut diajukan guna mengakomodasi meningkatnya jumlah Muslim Nigeria yang ingin menunaikan ibadah haji, sekaligus merespons permohonan sejumlah badan kesejahteraan jamaah haji di tingkat negara bagian yang menginginkan tambahan alokasi.

Namun, otoritas Saudi menyampaikan bahwa mereka tidak dapat memberikan tambahan kuota. Keputusan tersebut didasarkan pada keterbatasan kapasitas, kendala struktural di kawasan tempat-tempat suci, serta kebijakan Kerajaan yang secara ketat menerapkan kuota negara sesuai kerangka operasional yang berlaku.

Dengan keputusan tersebut, alokasi Nigeria untuk pelaksanaan ibadah haji 2027 tetap sebesar 35.000 kuota bagi jamaah melalui pemerintah dan 15.000 kuota bagi operator tur berlisensi. Dengan demikian, total kuota resmi Nigeria mencapai 50.000 jamaah.

Ketua sekaligus CEO NAHCON, Ismail Abba Yusuf, mengatakan pihaknya memahami kekecewaan yang mungkin dirasakan banyak calon jamaah maupun badan pengelola jamaah di tingkat negara bagian. Di mana sebelumnya mereka berharap mendapat tambahan kuota.

Menurut Yusuf, NAHCON telah menempuh seluruh jalur diplomatik dan operasional yang tersedia untuk memperjuangkan peningkatan kuota. Namun, pihaknya tetap menghormati keputusan akhir otoritas Arab Saudi.

“Kami memahami besarnya keinginan spiritual umat Islam Nigeria untuk menunaikan ibadah haji, sekaligus memahami harapan pemerintah negara bagian dan para pemangku kepentingan yang menginginkan tambahan kuota. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk mendapatkan peningkatan alokasi, otoritas Saudi telah menyampaikan keputusan final berdasarkan pertimbangan operasional dan kapasitas,” ujar Yusuf.

Ketua NAHCON meminta badan kesejahteraan jamaah haji di tingkat negara bagian, lembaga terkait, serta operator tur berlisensi menggunakan kuota yang telah disetujui secara bijak dan transparan. Mereka juga diminta mematuhi seluruh tenggat waktu yang ditetapkan NAHCON dan platform Nusuk milik Arab Saudi.

Yusuf menegaskan bahwa batas waktu pengunggahan data seluruh calon jamaah untuk pelaksanaan haji 2027 tetap pada 26 September 2026. Ia memperingatkan bahwa tidak akan ada perpanjangan waktu dalam keadaan apa pun.

“Mohon diperhatikan bahwa batas waktu pengunggahan data calon jamaah tetap pada 26 September 2026. Kami meminta seluruh mitra, badan pengelola jamaah haji negara bagian, operator tur, dan perwakilan untuk memastikan seluruh informasi yang diperlukan telah diserahkan sebelum tanggal tersebut karena tidak akan ada perpanjangan,” katanya.

Yusuf juga meminta calon jamaah yang belum berhasil memperoleh kuota haji 2027 agar tidak kehilangan harapan. Ia mengungkapkan bahwa persiapan untuk musim haji berikutnya telah dimulai.

“Mereka yang belum berhasil mendapatkan kuota untuk pelaksanaan haji mendatang dianjurkan mendaftar untuk haji 2028. Komisi secara resmi telah membuka portal pendaftaran untuk periode tersebut dan pendaftaran kini telah diterima,” tambahnya.

Sumber:

All Afrika

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |