Apple Mulai Kena Imbas Aturan Baru App Store

16 hours ago 2

RAKSASA Teknologi Apple mengungkapkan bahwa perubahan regulasi terhadap model bisnis App Store mulai berdampak pada pertumbuhan bisnis layanannya (Services). Dalam laporan keuangan kuartal III tahun fiskal 2026 yang dirilis pada Kamis, 30 Juli 2026 waktu Amerika Serikat, perusahaan mencatat pendapatan Services sebesar US$ 30,7 miliar, naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi rekor untuk kuartal ketiga fiskal.

Namun, angka tersebut turun dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai US$ 30,98 miliar, sehingga menjadi penurunan beruntun pertama sejak 2022.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Chief Financial Officer (CFO) Apple Kevan Parekh mengatakan perlambatan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kinerja App Store yang mulai tertekan. Menurut dia, bisnis gim seluler mengalami pelemahan, sementara Apple juga telah mengubah model bisnis App Store di sejumlah negara untuk menyesuaikan diri dengan regulasi baru.

"Kami juga menghadapi beberapa faktor yang memengaruhi kinerja App Store. Kami memang melihat adanya tekanan pada gim seluler. Dan perlu diingat, kami juga melakukan beberapa perubahan pada model bisnis App Store di negara-negara tertentu,” katanya dikutip dari laporan 9to5Mac, 31 Juli 2026. 

Di Amerika Serikat, kata Parekh, Apple juga masih beroperasi berdasarkan putusan pengadilan yang memengaruhi transaksi melalui tautan keluar. “Namun, kami senang Mahkamah Agung akan mendengarkan banding kami. Terlepas dari itu, App Store mencatat rekor pendapatan untuk kuartal Juni,” tuturnya. 

Selama setahun terakhir, Apple harus mematuhi aturan baru yang membuka jalan bagi distribusi aplikasi alternatif, metode pembayaran lain, serta penawaran pembelian di luar aplikasi di sejumlah wilayah, termasuk Jepang, Brasil, dan Uni Eropa.

Di Amerika Serikat, Apple juga untuk sementara tidak dapat mengenakan komisi atas transaksi yang dilakukan melalui tautan eksternal setelah putusan dalam sengketa hukum dengan Epic Games. Saat ini Mahkamah Agung AS sedang meninjau banding Apple terkait perkara tersebut.

Meski demikian, Parekh menegaskan bahwa perubahan regulasi bukan satu-satunya penyebab melambatnya pertumbuhan Services. Ia mengatakan perbandingan dengan tahun lalu juga dipengaruhi oleh kesuksesan film F1 The Movie, yang saat itu masih tayang di bioskop dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan.

“Kami memiliki perilisan film F1 di bioskop, yang merupakan salah satu film olahraga dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah. Tahun ini kami tidak memiliki perilisan di bioskop. Jadi, hal itu memberikan dampak positif terhadap kuartal Juni dan juga kuartal September pada tahun lalu.”

Mesk menghadapi tekanan dari perubahan regulasi dan perlambatan di sektor gim, Apple menyatakan App Store tetap membukukan rekor pendapatan untuk kuartal Juni. Perusahaan juga belum merinci kontribusi masing-masing layanan terhadap pendapatan Services, meski sebelumnya App Store diperkirakan menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam segmen tersebut.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |