REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi para jurnalis perempuan dalam membongkar jaringan kejahatan diangkat ke layar lebar melalui film Memburu Pemangsa karya rumah produksi Sinemaku Pictures. Dalam proyek ini, aktris Taskya Namya dan Yasamin Jasem beradu peran sebagai jurnalis investigasi bersama Laura Basuki dan Prilly Latuconsina, dengan dukungan seorang polisi bernama Petra yang diperankan Andri Mashadi.
Mengusung alur cerita yang berpusat pada penelusuran kasus kekerasan serta penculikan anak, para pemeran dituntut melewati berbagai tantangan fisik dan emosional di sepanjang proses pembuatan film. Taskya dipercaya memerankan karakter Brina, seorang jurnalis perempuan yang memegang peran penting sebagai campers atau juru kamera.
Posisi Brina tidak hanya krusial dalam merekam setiap detail visual saat membongkar kejahatan sang pemangsa, tetapi ia juga menjadi garda terdepan dalam aksi fisik melawan para pelaku. Karakter ini digambarkan memiliki fisik yang tangguh sekaligus pendirian yang sangat teguh saat menghadapi bahaya.
“Kalau karakter Brina karakter yang bisa dibilang the hammer. Karena satu, dia nggak keras di pukulan doang tapi dia keras di jalan pikirannya juga. Dia campers di antara kita berempat. Aku doang yang bisa berantem dengan form yang baik,” ucap Taskya saat diwawancara di kantor Republika, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Untuk menampilkan sosok campers yang mahir bertarung, Taskya harus kembali mengasah kemampuan bela dirinya. Ia mendalami kembali teknik Muay Thai yang pernah dipelajarinya beberapa tahun lalu, meski sempat beralih ke olahraga tinju akibat cedera kaki yang pernah dialaminya.
“Aku tuh Muay Thai. Pertama kali aku bela diri memang belajar di tahun sekitar 2013 yang pertama kali aku pelajari itu Muay Thai duluan. Tapi ketika kaki ini udah seklek pertama kali aku jadinya ngambil ke boxing,” ujar Taskya.
Selain kesiapan fisik, Taskya harus mendalami pola pikir seorang jurnalis yang berhadapan langsung dengan kasus sensitif yang melibatkan korban anak-anak serta jaringan kejahatan yang tidak terduga. Motivasi utamanya dalam mengambil peran ini tumbuh dari dorongan personal untuk melindungi anak-anak.
“Kenapa aku pribadi mau ikut ke dalam project ini, jujur karena isu anak-anak ini sih. Karena aku juga punya tiga keponakan, dan aku suka membayangkan kalau aku di posisi Brina dalam kejadian nyata, aku akan melakukan apapun sama seperti apa yang dilakukan sih,” kata Taskya.

6 hours ago
2














































