REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Warga Kampung Rawa Indah, RT 04/03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengeluhkan dampak proyek revitalisasi Kali Cakung Lama yang menyebabkan tembok sejumlah rumah dan bangunan masjid retak-retak. Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta ini telah berlangsung sejak November 2025.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al-Husna, Muhammad Ridho, menyatakan keretakan bangunan diduga kuat akibat aktivitas pengerjaan revitalisasi kali tersebut. Ia menjelaskan dampak proyek pembangunan turap kali juga mengakibatkan akses jalan di depan masjid mengalami keretakan.
"Selain itu saat pekerjaan banyak debu yang meresahkan warga. Kontur tanahnya masjid ini jadi miring, karena ini dilewati oleh alat berat," kata Ridho di Jakarta, Kamis.
Jalan Ambles dan Debu Resahkan Warga
Ridho menjelaskan kerusakan tembok dan akses jalan di depan masjid merupakan dampak dari pengerjaan proyek normalisasi kali serta lalu lintas kendaraan dan alat berat yang melintas. Truk pengangkut sedimen lumpur melintas hampir setiap hari, menyebabkan jalanan di sekitar lokasi menjadi ambles.
Warga berharap pengerjaan revitalisasi kali tersebut dapat segera selesai mengingat banyaknya dampak negatif yang dirasakan. "Kami warga ingin secepatnya rampung pengerjaan ini dan ingin seperti sedia kala, artinya diperbaiki seperti sedia kala," ujar Ridho.
Meski demikian, ia mengakui adanya sisi positif dari pengerjaan revitalisasi tersebut karena kali akhirnya dapat dikeruk dan diperbaiki. Namun, ia menyayangkan kurangnya kepekaan pihak pelaksana proyek terhadap kondisi bangunan di sekitarnya. "Jadi ada plusnya banyak, tapi negatifnya. Artinya manfaatnya juga banyak, dampaknya juga ada. Tapi harusnya mereka agak peka dalam proses pembangunan, lihat bangunan satu persatu," kata Ridho.
Tiga RT Terdampak, Warga Minta Solusi
Ketua RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Roni, mengaku telah menerima banyak keluhan dari warga terkait dampak proyek ini. Ia berharap kontraktor pelaksana bersedia duduk bersama mencari solusi terbaik. "Kami ingin kontraktor ini duduk bareng, cari solusi terbaik seperti apa nanti," katanya.
Menurut Roni, usulan perbaikan kali sebenarnya sudah diajukan warga sejak tahun 2010, namun baru terealisasi saat ini. Kawasan tersebut memang kerap dilanda banjir setiap musim hujan, sehingga revitalisasi sangat dinantikan. "Di sini tiap tahun banjir. Kalau usulan dari 2010 sudah, baru sekarang ini terlaksana," ujarnya.
Akibat pengerjaan revitalisasi kali tersebut, sementara sudah ada tiga RT yang terdampak, yaitu RT 06, 05, dan RT 04. Roni menyebut akses jalan yang sempit ditambah lalu lintas alat berat menyebabkan sejumlah rumah tersenggol dan asbes milik warga rusak.
Sebelumnya, warga juga mengeluhkan pembangunan turap di Kali Cakung Lama yang mengakibatkan akses jalan warga terisolir. Proyek yang dikerjakan di dua sisi, yakni wilayah RW 10 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, dan RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, ini juga menyebabkan rusaknya pipa PAM aliran air bersih milik warga.
Ketua RT 04/03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Farid, menyayangkan progres proyek yang dinilainya lambat. "Pengerjaan turap mulai dari wilayah RT 01-07/RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading. Cuma persoalannya sudah 5 bulan lebih dan sampai hari ini masih mangkrak seperti ini," katanya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
5














































