5 Revolusi Berdarah yang Membentuk Sejarah Dunia, Mayoritas Berujung Penggulingan Kekuasaan

16 hours ago 1

logo-apps-sindo

Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

Kanal

MNC Portal

Live TV

MNC Networks

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 14:36 WIB

5 Revolusi Berdarah...

Revolusi Prancis mampu membentuk sejarah dunia. Foto/X/@mrbrownhistory

WASHINGTON - Buku-buku teks sejarah dipenuhi dengan kisah berbagai revolusi : kelompok-kelompok terorganisir yang berjuang mati-matian untuk menggantikan sistem pemerintahan yang ada. Meskipun banyak yang berakhir dengan kegagalan, beberapa mencapai kesuksesan yang luar biasa.

Pemberontakan-pemberontakan ini seringkali memengaruhi tidak hanya satu negara tetapi beberapa negara, terkadang meluas lintas benua. Lima revolusi yang tercantum di bawah ini sangat penting karena dampaknya yang abadi terhadap dunia. Perubahan terjadi melalui pertumpahan darah, dan terlepas dari apakah hasilnya positif atau negatif, signifikansi dari momen-momen penting dalam sejarah ini tidak dapat disangkal.

5 Revolusi Berdarah yang Membentuk Sejarah Dunia, Mayoritas Berujung Penggulingan Kekuasaan

1. Revolusi Amerika (1765 – 1783)

Melansir World Atlas, ketegangan antara Inggris dan 13 koloni Amerika mereka mulai meningkat pada tahun 1765 dengan diberlakukannya Undang-Undang Perangko, sebuah dekrit yang mengenakan pajak yang tidak populer kepada koloni-koloni sebagai cara untuk membayar biaya Perang Tujuh Tahun dengan Prancis.

Sejumlah kekerasan meletus ketika para demonstran, yang menentang pajak baru tersebut, menyuarakan ketidakpuasan mereka. Sebuah aksi pemberontakan yang terkenal terjadi pada tahun 1773, ketika sekelompok demonstran yang dikenal sebagai Putra-Putra Kebebasan membuang 342 peti teh ke Pelabuhan Boston untuk memprotes pajak teh, sebuah peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Pesta Teh Boston.

Pada tahun 1774, 12 delegasi dari tiga belas koloni berkumpul untuk membahas situasi tersebut, membentuk Kongres Kontinental yang berfungsi sebagai badan pemerintahan koloni-koloni dalam transisi menuju kemerdekaan. Awalnya, mereka tidak menuntut kemerdekaan secara terbuka, tetapi mereka mengecam pajak tanpa perwakilan di Parlemen Inggris.

Perang pecah pada tahun 1775 dengan Pertempuran Lexington dan Concord ketika pasukan Raja dikirim untuk menyita senjata dan perlengkapan militer Amerika. Pada tanggal 4 Juli tahun berikutnya, Kongres Kontinental mengadopsi Deklarasi Kemerdekaan, sebuah proklamasi resmi yang menolak monarki Inggris, yang pada akhirnya meletakkan dasar bagi pembentukan Amerika Serikat.

Kekerasan berlanjut selama beberapa tahun hingga pasukan George Washington, bersama tentara Prancis, meraih kemenangan telak atas Inggris dalam Pertempuran Yorktown pada tahun 1781. Konflik tersebut secara resmi berakhir dua tahun kemudian dengan Perjanjian Paris tahun 1783 yang menyatakan bahwa Inggris melepaskan semua klaim di AS.

BacaJuga: Penyakit Misterius Menyebar di Gaza di Tengah Gempuran Bom Israel

2. Revolusi Prancis (1789 – 1799)

Melansir World Atlas, pada akhir abad ke-18, sebagian besar rakyat Prancis hidup dalam kemiskinan, kecuali kaum bangsawan yang hidup mewah dan mahal. Frustrasi dengan monarki yang memungut pajak tinggi tetapi tidak memberikan imbalan apa pun, rakyat jelata melampiaskan ketidakpuasan mereka yang meluas kepada Raja Louis XVI.

Para sejarawan menandai 14 Juli 1789 sebagai awal konflik ketika kaum revolusioner menyerbu Bastille, sebuah gudang senjata dan penjara abad pertengahan, untuk mempersenjatai diri sekaligus menyerang simbol kekuasaan absolut monarki. Dua bulan berikutnya dikenal sebagai Ketakutan Besar karena kerusuhan dan histeria massal melanda negara itu.

wa-channel

Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

Follow

Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

Infografis

Riwayat Pendidikan Ahmad...

Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |