Wamenhaj: Jadi Petugas Haji untuk Layani Jamaah, bukan Nebeng ke Tanah Suci

22 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fokus utama petugas haji adalah melayani jamaah. Karena itu, menjadi petugas haji tidak boleh dianggap sekadar sebagai kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dengan fasilitas dari negara.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dia menjelaskan, pihaknya menyiapkan para trainer dan fasilitator untuk melatih calon petugas haji pada Diklat PPIH pada 10-30 Januari 2026 mendatang.

“Kita ingin pastikan, semua petugas haji itu orientasi utamanya adalah pelayanan jamaah, bukan nebeng naik haji,” ujar Wamenhaj Dahnil usai menutup kegiatan Training of Trainers (ToT) Fasilitator Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Kamis (8/1/2026).

Ia mengakui, masih ada calon petugas yang belum pernah berhaji. Namun, keinginan berhaji tidak boleh menjadi motivasi utama. Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menekankan pelurusan niat sejak awal sebelum masuk ke aspek teknis. Selain soal niat, pelatihan juga difokuskan pada penguatan integritas, kedisiplinan, dan kekompakan tim.

“Kerja-kerja pelayanan di Tanah Haram, di Madinah, di Makkah itu adalah kerja tim. Selama ini koreksi dan itu juga jadi kritik saya kan pada saat tahun lalu, itu adalah kerja timnya itu bermasalah,” ucapnya.

Untuk memperkuat etos kerja tim, pihaknya pun mengadopsi pendekatan militer. Wamenhaj secara terbuka menyebut metode ini sebagai adaptasi yang bertujuan positif.

“Kalau ada yang menyebut ini militerisme, iya. Karena kami ingin mengadaptasi nilai kedisiplinan dan kerja tim yang kuat dari militer,” kata Dahnil.

Dalam pelatihan nanti, ribuan petugas haji akan menjalani simulasi pelayanan di Masyair, Madinah, dan Makkah, termasuk pelatihan baris-berbaris (PBB) sebagai dasar pembentukan disiplin. Uji fisik juga menjadi bagian penting karena sebagian besar tugas petugas haji bersifat fisik.

“Sebanyak 90 persen kerja-kerja petugas haji itu kerja fisik. Bahkan, saya sering menyebutnya ini kerjanya 25 jam loh, tidak berhenti, termasuk nanti MCH (Media Center Haji),” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Dahnil juga mengungkapkan adanya penambahan signifikan jumlah petugas haji dari unsur TNI dan Polri. Jumlahnya meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Ini sudah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Evaluasi setiap tahun, kinerja petugas Haji dari unsur TNI Polri itu bagus kerjanya, tanggung jawab, disiplin dan sebagainya. Nah, oleh sebab itu Presiden ingin memberikan apresiasi dan kami dari Kementerian Haji yang baru juga ingin memberikan apresiasi,” katanya.

Tak hanya itu, Kementerian Haji dan Umrah juga akan menyiapkan skema reward bagi petugas berprestasi. Petugas yang dinilai memiliki dedikasi tinggi terhadap jamaah akan mendapat prioritas untuk kembali bertugas pada tahun berikutnya, termasuk bagi petugas Media Center Haji (MCH).

“Kalau dedikasinya terhadap pelayanan itu baik, ya kami kasih kesempatan lebih baik atau lebih banyak pada tahun-tahun berikutnya,” jelas Dahnil.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |