Wakil Rektor UIN Jakarta Ungkit Tantangan Baru Hijrah di Era Digital

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Fenomena hijrah di kalangan anak muda kini tak lagi identik dengan majelis taklim atau ruang-ruang pengajian konvensional. Di era media sosial, proses pencarian spiritual berlangsung lewat layar ponsel—mulai dari TikTok, YouTube, Instagram, hingga podcast keagamaan.

Perubahan besar ini membuat media sosial menjelma menjadi “ruang baru” belajar agama bagi generasi digital.

Namun di balik kemudahan akses tersebut, muncul tantangan baru: agama berisiko dipahami secara instan dan dangkal karena dibentuk oleh logika viralitas.

Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus pakar antropologi agama, Prof Imam Subchi, menilai fenomena hijrah digital menunjukkan transformasi budaya religius yang sangat kuat di tengah masyarakat modern.

“Hari ini media sosial sudah menjadi ruang baru belajar agama. Anak muda mengaji lewat YouTube, TikTok, Instagram, podcast, hingga komunitas digital. Ini realitas sosial yang tidak bisa dihindari,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5/2026)

Fenomena tersebut juga diperkuat berbagai hasil riset. Laporan Indonesia Millennials and Gen Z Report 2026 dari IDN Research mencatat sekitar 65 persen generasi milenial dan Gen Z rutin mengakses konten spiritual atau keagamaan setiap pekan melalui media sosial dan YouTube.

Di saat yang sama, laporan We Are Social 2025 menunjukkan penggunaan media sosial di Indonesia terus meningkat tajam, menjadikan ruang digital sebagai arena paling berpengaruh dalam membentuk opini dan perilaku masyarakat, termasuk dalam urusan agama.

Menurut Prof Imam, perubahan pola belajar agama ini turut menggeser cara masyarakat menentukan otoritas keagamaan.

Jika dahulu rujukan agama identik dengan pesantren, ulama, atau lembaga pendidikan formal, kini popularitas media sosial sering kali menjadi tolok ukur baru.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |