Wadah Interaksi Ruang Tatap Muka Kian Penting di Era AI

4 hours ago 5

DI tengah suasana kota metropolis yang serba sibuk sebuah ruang kolektif hadir menjadi wadah untuk saling terkoneksi saatu sama lain. Konsep ini yang diusung dalam penyelenggaran ke-17 Brightspot . Jika tahun-tahun sebelumnya mengusung tema pusat perbelanjaan unik, gelaran ini bertransformasi menjadi simulasi kota dengan berbagai sektor ekonomi kreatif terpadu di jantung ibukota.

Pemilihan konsep kota dipilih sebagai harapan Jakarta dapat bertransformasi menjadi pusat kreativitas global yang mampu mendatangkan turis mancanegara, meniru ekosistem kota-kota besar seperti Bangkok dan Tokyo. Apalagi wisatawan asing, khususnya dari Malaysia dan Singapura, sengaja datang ke Jakarta untuk menikmati produk kreatif lokal.

Tantangan Kurasi

Bertajuk brightspotCITY 2026: a Creative Metropolis, acara ini digelar selama dua pekan pada 27-31 Mei 2026 (minggu pertama), dan 4-7 Juni 2026 (minggu kedua), di Agora Mall Thamrin, Jakarta. Seperti tahun sebelumnya, proses kurasi talenta lokal dilakukan dengan ketat. Dari hampir 3.000 brand yang mendaftar, tim kurator secara selektif memilih 251 brand terbaik untuk ditampilkan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Founder Brightspot Marketing (MRKT), Anton Wirjono, mengatakan proses seleksi tidak hanya didasarkan pada popularitas semata, melainkan pada nilai keaslian dan inovasi produk.

"Tantangan terbesarnya adalah menjaga kualitas dan originalitaa. Kita enggak cuma nyari yang lagi viral atau yang jualan paling banyak, tapi kita mencari brand yang punya story, yang punya DNA yang kuat, dan yang paling penting ada unsur inovasinya," ujar Anton Wirjono saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2025.

Interaksi Manusia Ditengah Gempuran AI

Ditengah masifnya disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan AI (Artificial Intelligence) yang mengancam berbagai fungsi pekerjaan, gelaran ini juga untuk merayakan keunggulan kreativitas manusia melalui interaksi fisik secara langsung. Kehadiran ruang fisik ini dinilai krusial sebagai penyeimbang era digital yang cenderung menjauhkan hubungan antarmanusia.

"Tapi ada beberapa yang enggak akan hilang, yaitu this, you know, human experience. Kita berkumpul, kita ada di dunia fisik, dan kita bertransaksi, kita jual beli benda-benda yang dibuat oleh creative human beings lainnya. Yang enggak akan digantikan adalah human creativity tadi," pungkas Anton

Pembagian Distrik 

Sementara itu, untuk menghidupkan atmosfer perkotaan, area pameran dibagi menjadi beberapa kawasan fungsional yang disebut distrik. Co-Founder Brightspot Marketing (MRKT), Leonard Theosabrata, menjelaskan terdapat empat distrik utama, yaitu: Shopping District, Food & Beverage, Creative & Art, serta Entertainment & Music yang menghidupkan suasana lewat pertunjukan musik dan gelar wicara (talkshow).

"Sepanjang acara akan ada panggung untuk live music, DJ, talkshow, dan sharing session. Jadi suasananya benar-benar hidup dari siang sampai malam, layaknya kota yang enggak pernah tidur. Kita pengin orang yang datang ke sini ngerasain experience yang utuh," ujar Leo.

Laode Muhamad Ashegaf berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Kesadaran Lingkungan Meningkat, Brand Lokal Perlu Utamakan Isu Keberlanjutan

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |