REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Ratusan ribu anak di Gaza kembali mengikuti pembelajaran tatap muka, Sabtu (19/9/2026), untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun. Namun, kegiatan belajar berlangsung di gedung sekolah yang rusak, bangunan darurat, maupun tenda.
Bagi banyak keluarga, seragam, buku tulis, dan alat tulis juga masih menjadi barang yang sulit dibeli. Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyebutkan bahwa 98 persen sekolah di Gaza hancur atau rusak akibat perang. Sementara itu, pejabat pendidikan Gaza mengatakan sekitar 660 ribu siswa telah kehilangan kesempatan belajar secara langsung dan tidak dapat mengikuti pendidikan secara rutin.
Pembukaan kembali sekolah menjadi tonggak yang rapuh bagi Gaza setelah konflik yang menurut Ibrahim Ramadan, Direktur Pendidikan Gaza Timur Khan Younis, telah menewaskan sekitar 22 ribu siswa dan lebih dari 770 pekerja di sektor pendidikan, termasuk 532 guru.
“Terakhir kali saya pergi ke sekolah adalah tiga tahun lalu. Sekarang kami memulai tahun ajaran baru. Ini adalah tahun yang penuh kegembiraan, kebahagiaan, dan kesuksesan,” kata Moayed Abu Mustafa di Khan Younis.
Mustafa bertekad untuk tetap belajar meski harus duduk di lantai sebuah tenda yang tidak memiliki ventilasi. Ia juga tidak memiliki sepatu yang layak, buku tulis, maupun pena, serta kehilangan sejumlah teman selama perang.
“Terlepas dari semua ini, kami akan belajar. Kami akan belajar bahkan di dalam tenda.”
Samar Abu Salmi, seorang pelajar berusia 15 tahun yang mengungsi dan kini tinggal bersama keluarganya di sebuah tenda, juga kembali mengikuti kegiatan belajar di kelas.
“Kami belajar melalui ponsel dan tidak bertemu dengan guru-guru kami. Sekarang kami kembali mengejar impian kami... dari satu tenda ke tenda lainnya,” ujarnya di halaman sekolah darurat barunya.
Ia juga tidak memiliki banyak perlengkapan sekolah yang dibutuhkan. Ini karena harganya sudah tidak terjangkau bagi keluarganya.
“Sebelum perang, semuanya tersedia bagi kami—buku tulis, pena, barang-barang kebutuhan, pakaian, rekreasi, dan berbagai hal yang bisa kami dapatkan dengan harga murah,” kata Salmi.

2 hours ago
2















































