REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK - Semangat inovasi dan kreativitas mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis menggelar Seminar Pahlawan Inovasi, Senin (10/11/2025) di Aula UNM kampus Margonda, Depok. Dalam kegiatan ini, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi UNM menampilkan beragam hasil karya teknologi yang dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di era digital.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mereka untuk memperlihatkan karya inovatif yang dikembangkan selama perkuliahan. Beragam karya unggulan ditampilkan, mulai dari aplikasi layanan publik berbasis digital, platform edukasi interaktif, hingga sistem informasi pemberdayaan UMKM lokal.
Salah satu mahasiswa Prodi Sistem Informasi UNM, Tiara, mengungkapkan kebanggaannya bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan mahasiswa Prodi Sistem Informasi UNM mampu menghasilkan karya yang bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital,” katanya, dalam keterangan rilis, Selasa (18/11/2025).
Seminar ini menghadirkan dua narasumber yaitu Mawar Putri, CEO PT Inti Jasa Kreatif, dan Ryan Septian Anwar, Partner of DICO (Digital Innovation Community). Keduanya berbagi pengalaman dan motivasi tentang membangun inovasi, kreativitas, serta kolaborasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Peserta diajak memahami pentingnya beradaptasi, berkolaborasi, dan terus berinovasi agar mampu menciptakan solusi digital yang berdampak luas bagi masyarakat.
Ketua Prodi Sistem Informasi UNM, Sukmawati Anggraeni Putri, memberikan apresiasi atas karya yang ditampilkan para mahasiswa. Ia menjelaskan karya-karya tersebut merupakan bagian dari Capstone Project, proyek integratif yang menggabungkan berbagai kompetensi yang telah dipelajari mahasiswa selama masa studi.
“Hasil karya mahasiswa yang ditampilkan dalam Seminar Pahlawan Inovasi ini merupakan bentuk nyata dari Capstone Project. Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya berinovasi, tetapi juga menunjukkan kemampuan mereka dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari,” kata dia.
Ia menegaskan bahwa karya Capstone ini bahkan dapat direkognisi sebagai Tugas Akhir atau Skripsi, sehingga memiliki nilai akademik sekaligus nilai inovatif.
“Kegiatan seperti ini merupakan langkah konkret UNM dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi di kalangan mahasiswa, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan dunia industri,” katanya.
Selain itu, seminar Pahlawan Inovasi juga menjadi wadah penting untuk menumbuhkan jiwa kreatif dan inovatif mahasiswa.
“Kami berharap, karya dan ide yang ditampilkan dapat dikembangkan lebih lanjut hingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri juga menghadirkan Internship Experience Program (IEP) 3+1 sebagai program unggulan untuk mendukung kesiapan kerja mahasiswa,” ujarnya.
Program IEP 3+1 ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menempuh kuliah selama tiga tahun, lalu melanjutkan satu tahun magang profesional di perusahaan ternama, baik nasional maupun multinasional. Melalui IEP 3+1, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tapi juga memperoleh pengalaman kerja nyata, portofolio profesional, jejaring industri, serta peluang direkrut sebelum lulus.
“Program ini menjadi bukti nyata komitmen UNM dalam mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing di era transformasi digital. Dengan semangat inovasi yang terus menyala, mahasiswa Prodi Sistem Informasi UNM membuktikan bahwa generasi muda Indonesia siap menjadi pahlawan digital yang membawa perubahan positif melalui teknologi dan kreativitas,” kata dia.

1 week ago
10













































