loading...
Warga Gaza antre makanan di Kota Gaza. Foto/anadolu
JALUR GAZA - Warga Palestina di Gaza berbagi pendapat mereka dengan Al Jazeera tentang pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang kesepakatan gencatan senjata Gaza yang harus dibatalkan jika semua tawanan Israel tidak dibebaskan pada hari Sabtu.
Rakyat Palestina Tayseer al-Hammami menjelaskan, "Pernyataan ini bersifat demagogis dan tidak memiliki substansi. Orang ini tidak tahu apa-apa tentang masalah rakyat Palestina. Rakyat Palestina mencapai gencatan senjata ini setelah penderitaan yang luar biasa, setelah negosiasi yang sangat panjang dan setelah banyak kerusakan dan kehancuran di Jalur Gaza."
"Orang Palestina bertekad tetap tinggal di tanah mereka. Akar kami ada di sini dan kami bertekad untuk tetap tinggal," tegas dia.
Warga Gaza lainnya, Om Mahmoud Rahma, menegaskan, "Kami frustrasi karena pernyataan ini ... Kami tidak menginginkan eskalasi lebih lanjut."
“Tampaknya mustahil untuk mendapatkan hak-hak kami yang paling kecil sekalipun sebagai manusia. Kami telah kehilangan segalanya. Dunia saat ini tidak memiliki belas kasihan,” ujar dia.
Abu Fadi menambahi, “Trump, ayahnya, ibunya, dan bahkan kakeknya tidak dapat memaksa kami keluar dari tanah kami. Biarkan mereka membunuh kami di sini dengan bom nuklir mereka dan akan lebih baik bagi kami untuk mati di sini di tanah kami.”
“Tenang saja Trump, ini adalah kami dan ini adalah semangat kami. Saya tidak tahu apa yang diinginkan Trump. Kami telah menyerahkan banyak tawanan dan kami membutuhkan tawanan kami (kembali). Biarkan Israel memberi kami 5.000 tawanan Palestina dan mengambil semua tawanan mereka dan itu saja,” tegas dia.
(sya)
Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya