Bangunan gedung hancur setelah serangan udara Israel menghantam Dahieh, Beirut, Lebanon, Rabu (6/5/2026) waktu setempat. Serangan udara Israel menyebabkan kerusakan parah di Beirut, Lebanon, menghancurkan bangunan pemukiman, infrastruktur, dan kendaraan. Lebih dari 2.700 warga Lebanon tewas dan 8.310 lainnya terluka akibat serangan Israel. Unit Manajemen Bencana Lebanon menyatakan, lebih dari 31.530 keluarga telah mengungsi ke tempat penampungan kolektif sejak eskalasi dimulai pada 2 Maret.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON-Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin (1/6/2026) mengumumkan bahwa serangan Israel yang direncanakan terhadap Beirut telah dibekukan setelah ia melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta komunikasi tidak langsung dengan Hizbullah melalui para perwakilan tingkat tinggi.
Namun demikian, serangan udara Israel dilaporkan masih terus berlangsung di sejumlah wilayah Lebanon selatan.
Dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump menyatakan: “Saya baru saja melakukan pembicaraan yang sangat produktif dengan Perdana Menteri Israel Bibi Netanyahu. Tidak akan ada pasukan yang bergerak menuju Beirut, dan pasukan yang sebelumnya sedang dalam perjalanan ke sana telah diperintahkan untuk kembaliṃ,” kata dia dikutip dari Aljazeera, Selasa (2/6/2026).
Trump juga menambahkan, “Melalui para perwakilan tingkat tinggi, saya melakukan komunikasi yang baik dengan Hizbullah. Mereka telah menyetujui gencatan senjata secara penuh. Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka juga tidak akan menyerang Israel.”
Pengumuman Trump itu disampaikan hanya beberapa jam setelah militer Israel mengeluarkan peringatan kepada seluruh warga di kawasan Dahiyeh (pinggiran selatan Beirut) untuk segera mengungsi sebagai persiapan serangan yang sebelumnya diperintahkan Netanyahu.
Dalam unggahan lain, Trump menyebut bahwa pembicaraan dengan Republik Islam Iran juga masih terus berlangsung dan bergerak dengan cepat.
Rincian Kesepahaman Kedutaan Besar Lebanon di Washington mengungkapkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun telah menyampaikan kepada Hizbullah hasil pembahasan yang sedang berlangsung mengenai upaya meredakan ketegangan.
Menurut keterangan kedutaan, Trump juga menghubungi Duta Besar Lebanon untuk Amerika Serikat, Nada Maouad, dan memberitahukan bahwa Netanyahu telah menyetujui rancangan kesepakatan yang diajukan.

2 hours ago
1
















































