TNI AU: Penerbang Dassault Rafale Telah Berlatih di Prancis

4 hours ago 3

PARA penerbang TNI Angkatan Udara yang akan mengoperasikan pesawat tempur Multi Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale buatan Dassault Aviation telah berlatih di Prancis sejak 2025. Pelatihan kemudian dilanjutkan di dalam negeri untuk regenerasi penerbang yang akan mengawaki jet tempur generasi 4,5 ini. 

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana mengatakan TNI AU sedang mengakselerasi pembangunan. Apalagi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) baru menuntut peningkatan profesionalisme yang semakin tinggi, sehingga penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu dari lima program prioritas TNI AU.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Suadnyana mengatakan, dalam pengoperasian pesawat tempur MRCA Rafale, pesawat angkut Airbus A400M Atlas, dan Falcon 8X, para penerbang, teknisi, serta awak pesawat lainnya telah menjalani berbagai tahapan pendidikan dan pelatihan secara bertahap sesuai dengan standar operasional masing-masing pesawat. Deretan alutsista itu baru diserahkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada TNI sebagai tambahan armada pertahanan.

“Sebagai contoh, para penerbang TNI AU yang akan mengawaki MRCA Rafale telah mulai mengikuti pelatihan sejak 2025 di Prancis. Saat ini, pelatihan tersebut dilanjutkan di dalam negeri dan dipusatkan di Wing Udara 3.1 Grup 3 Tempur,” kata Suadnyana kepada Tempo, Sabtu, 30 Mei 2026.

Wing Udara 3.1 Tempur adalah satuan pembinaan teknis untuk kesiapan operasi awak pesawat skadron udara. Satuan ini berada dalam Grup 3 Tempur Komando Operasi Angkatan Udara di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Riau. 

Di samping itu, para penerbang Rafale, Airbus A400M Atlas, maupun Falcon 8X yang telah menyelesaikan pelatihan juga akan menjadi instruktur bagi generasi penerbang TNI AU berikutnya. “Sehingga mampu mendukung pengoperasian alpalhankam secara optimal di lingkungan TNI AU,” kata Suadnyana. 

MRCA Dassault Rafale merupakan pesawat tempur generasi 4,5 buatan Dassault Aviation. Mengutip dari laman Dassault Aviation, dari segi desain Dassault Rafale memiliki dimensi setinggi 5,30 meter, bodi sepanjang 15,30 meter, dan panjang sayap 10,90 meter. Sementara bobot lepas landasnya hingga 24,5 ton. 

Jet tempur ini memiliki kemampuan tempur dengan radius jarak hingga 1.850 kilometer dan jelajah seluas 3.700 kilometer berkat dua unit mesin Snecma M88. Mesin ini membuat Dassault Rafale generasi 4,5 mampu melesat hingga 1,8 mach atau 1.912 kilometer per jam dengan ketinggian puncak, dan ketinggian rendah 1,1 mach atau 1.390 kilometer per jam.

Dassault Rafale generasi 4,5 mengaplikasikan sejumlah sistem sensor pasif untuk menambah kemampuan supremasi udara, seperti sistem optik-elektro Optronique Secteur Frontal (OSF) yang terintegrasi dengan pesawat. OSF tersebut memiliki kemampuan mendeteksi serta mengidentifikasi target yang ada di udara. Dassault Rafale generasi 4,5 juga dipasangi modular avionik terintegrasi (IMA) untuk mendukung penerbangan yang menyajikan analisis data seluruh sistem sensor di pesawat.

Sedangkan dari segi perlengkapan senjata, Dassault Rafale generasi 4,5 menggendong rudal udara Advanced Short Range Air-to-Air Missile (ASRAAM) dan Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile , atau AMRAAM, rudal darat Apache, serta rudal anti kapal Exocet/AM39, High-speed Anti-Radiation Missile (HARM), Air Launched Anti-Radiation Missile (ALARM), Maverick, AS30L, Penguin 3, Sidewinder, Harpoon dan peluru kendali Missile d'Interception de Combat et d'Autodéfense (MICA).

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan alutsista yang baru dibeli pemerintah ke TNI di Base Ops Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Senin, 18 Mei 2026. Sejumlah alutsista yang diserahkan ke TNI di antaranya enam pesawat Multi Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale produksi Dassault Aviation; empat pesawat Falcon 8X produksi Dassault; satu pesawat Airbus A400M Atlas; dan radar Ground Control Intervention (GCI) GM403; serta sistem persenjataan Hammer smart weapon dan missile atau rudal meteor. Adapun, Indonesia sebelumnya telah menerima dua pesawat Falcon 8X dan satu pesawat Airbus A400M.

Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |