Ilustrasi menggarap sawah.
REPUBLIKA.CO.ID, SANGATTA — Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat membantu masyarakat mencetak dan mengolah sawah seluas 553,41 hektare di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Komandan Kodim 0909/Kutim, Letkol Ragil Setyo Yulianto, mengatakan program cetak sawah rakyat tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam meningkatkan produksi pangan.
“Program cetak sawah seluas 553,41 hektare ini sedang berjalan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan lokal,” ujarnya di Sangatta, Rabu.
Ia menjelaskan, selain pencetakan lahan, TNI bersama instansi terkait juga memberikan pembinaan dan edukasi kepada petani, termasuk terkait efisiensi penggunaan energi dan penerapan pertanian berkelanjutan.
Menurut Ragil, penguatan sektor pertanian menjadi penting di tengah gejolak energi global yang berdampak pada kenaikan harga pupuk dan bahan bakar alat pertanian, serta berpotensi mengganggu distribusi pangan.
“Ketahanan pangan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Jika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, maka dampak gejolak global dapat diminimalisir,” katanya.
Program tersebut juga dinilai mampu menyerap tenaga kerja lokal serta menggerakkan perekonomian desa, sekaligus menekan biaya logistik distribusi pangan dari luar daerah.
Pencetakan sawah baru dilakukan melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, serta petani, dengan dukungan dari Kementerian Pertanian. Lahan seluas 553,41 hektare itu tersebar di dua kecamatan, yakni Long Mesangat dan Bengalon.
Ragil menambahkan, program ini tidak hanya berhenti pada pembukaan lahan, tetapi juga disertai pendampingan berkelanjutan kepada petani agar mampu mengelola lahan secara produktif dan efisien.
“Pendampingan dilakukan agar petani dapat menerapkan pola pertanian berkelanjutan dan meningkatkan hasil produksi,” ujarnya.
sumber : Antara

5 hours ago
3
















































