Tidak Ada Pengumuman Pembelian Jet Tempur KF-21 Boramae di Seoul

3 hours ago 2

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung bertemu di Istana Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul, Rabu (1/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung mengadakan pembicaraan dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Rabu (1/4/2026) siang waktu setempat. Keduanya pun sepakat membuat kesepakatan mengenai keamanan energi dan perluasan kerja sama di bidang-bidang seperti pertahanan, kata kantor Kepresidenan Korsel.

Pembicaraan puncak tersebut dilakukan setelah upacara penyambutan. Dilaporkan Reuters, Prabowo mengatakan, kemampuan pertahanan yang kuat sangat penting. Menurut dia,perdamaian dan stabilitas membutuhkan "keamanan dan pertahanan yang tangguh."

Hanya saja, dalam momen itu, tidak ada kesepakatan yang diumumkan mengenai kerja sama pertahanan. Tetapi, dalam pernyataan bersama, kedua kepala negara mengkonfirmasi, proyek bersama pengembangan jet tempur KF-21 Boramae buatan Korsel, yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, masih sesuai rencana dan akan selesai pada Juni 2026.

Sementara Presiden Lee menyerukan kerja sama yang lebih erat dalam pasokan energi dan keamanan sumber daya di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik di kawasan Teluk. "Kami memandang peran stabil Indonesia dalam memasok sumber daya energi utama seperti LNG dan batubara sebagai hal yang sangat meyakinkan," kata Lee dalam sebuah pernyataan.

Dalam pernyataan bersama, Korsel dan Indonesia berjanji untuk mempercepat peluncuran dialog keamanan energi tingkat tinggi dan saluran kerja sama publik-swasta. Kedua pihak menekankan perlunya menjaga rantai pasokan energi global tetap stabil dan meminimalkan gangguan terhadap aliran energi dan barang-barang penting.

Indonesia adalah pengekspor batubara termal terbesar di dunia. Sementara Korsel termasuk di antara lima importir terbesar bahan bakar tersebut dalam beberapa tahun terakhir, menurut data pemerintah Korea. Korsel juga mengimpor sekitar 2,1 juta ton gas alam cair dari Indonesia pada 2025, menurut data.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |