Terungkap: Pentagon Sembunyikan Jumlah Tentara AS yang Tewas Diserang iran

8 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Jumlah anggota militer Amerika Serikat (AS) yang tewas sejak perang melawan Iran dimulai diduga lebih banyak daripada yang tercatat dalam data resmi Pentagon. Sedikitnya 22 personel militer AS dilaporkan tewas, sementara basis data publik Pentagon hanya mencatat 18 kematian.

Laporan tersebut diungkap The Washington Post berdasarkan keterangan enam pejabat AS yang mengetahui pencatatan internal korban di Departemen Pertahanan AS. Lima pejabat menyebut sedikitnya 22 personel militer AS meninggal sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026. Seorang pejabat lainnya menyebut jumlahnya mencapai 23 orang. 

Perbedaan angka itu muncul karena sejumlah kematian personel militer yang bertugas di Timur Tengah tidak tercantum dalam Defense Casualty Analysis System (DCAS), sistem publik Pentagon yang mencatat korban militer AS. Dua nama yang diketahui tidak tercantum dalam DCAS adalah Mayor Sorffly Davius dan Sersan Devin Seibel.

Davius, yang bertugas di Divisi Infanteri ke-42 dan ditempatkan di Camp Buehring, Kuwait, meninggal pada 6 Maret 2026. Pentagon menyebut penyebab kematiannya masih belum diketahui secara pasti.

Davius dikerahkan ke Kuwait pada musim panas 2025 untuk mendukung Operation Spartan Shield, operasi AS yang bertujuan memperkuat kerja sama militer dengan negara-negara mitra di kawasan.

Sementara itu, Seibel meninggal pada 31 Mei di Pangkalan Udara Erbil, Irak, dalam insiden yang berkaitan dengan latihan. Ia merupakan anggota Air Ambulance Company, Batalion ke-2, Brigade Penerbangan Tempur ke-4, Fort Carson, Colorado.

Pentagon menyatakan kematian Seibel masih dalam penyelidikan. Ia bertugas mendukung Operation Inherent Resolve, operasi militer AS melawan kelompok ISIS.

Kedua kematian tersebut tidak tercantum dalam DCAS sebagai bagian dari korban operasi masing-masing. Washington Post melaporkan, sedikitnya dua personel militer lain juga meninggal di Timur Tengah selama perang Iran tetapi belum tercantum dalam basis data publik Pentagon. 

DCAS mencatat 18 personel militer AS tewas sejak perang dengan Iran dimulai. Data resmi itu juga menunjukkan lebih dari 820 personel terluka dalam konflik tersebut.

Dari 18 kematian yang tercatat, 14 masuk kategori Operation Epic Fury, nama yang digunakan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk operasi militer melawan Iran. Empat kematian lainnya ditempatkan dalam kategori terpisah bernama Overseas Operations, yang berkaitan dengan periode setelah gencatan senjata 7 Juli.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |