Terpopuler: Alasan Trump Kenakan Tarif Impor Balasan dan Emas Dunia Diprediksi Meroket

17 hours ago 3

TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis pada Kamis, 3 April 2025, dimulai dari alasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan tarif impor minimal 10 persen dan tarif imbal balik sebagai balasan terhadap sejumlah negara mitra dagang.

Berikutnya ada berita tentang risiko PHK akibat tarif dagang Trump dan alasan pemudik kembali ke Jakarta lebih awal. Lalu ada berita tentang pernyataan Menteri UMKM soal penyebab melemahnya daya beli masyarakat dan prediksi meroketnya harga emas dunia yang dipicu oleh perang dagang dan ancaman geopolitik.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kelima berita itu terpantau paling banyak diakses oleh pembaca kanal Ekonomi dan Bisnis Tempo.co. Berikut ringkasan dari lima berita trending tersebut.

1. Alasan Trump Terapkan Tarif Impor Balasan dan Dampak Negatifnya Bagi Ekspor Indonesia

Perang dagang dunia memasuki babak baru setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor pada Rabu, 2 April 2025. Ia menerapkan tarif minimal 10 persen terhadap semua produk yang masuk ke AS dari semua negara.

Selain itu, Trump juga menerapkan tarif timbal balik atau reciprocal tariff yang lebih tinggi sebagai respons balasan terhadap beberapa negara mitra dagang, termasuk Indonesia. “Resiprokal, itu berarti mereka (negara-negara mitra) menerapkannya kepada kita dan kita menerapkan kembali kepada mereka,” ucap Trump di Gedung Putih, Kamis, 2 April 2025 seperti diberitakan Time dan Euronews.

Tarif tambahan juga diterapkan bagi sejumlah negara yang dianggap memiliki surplus perdagangan dengan AS. Tarifnya bervariasi, misal Indonesia yang diterapkan 32 persen dan Vietnam, 46 persen. Lalu Cina 34 persen dan Uni Eropa 20 persen.

2. Ekonom Kompak Risaukan Risiko PHK di Indonesia Akibat Tarif Dagang Trump

Kebijakan tarif dagang baru yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat khawatir sejumlah pengamat ekonomi di Indonesia. Tarif dasar impor, serta tarif timbal balik atau reciprocal tariffs ,yang ditetapkan oleh regulator Negeri Abang Sam bisa berdampak negatif terhadap perekonomian, bahkan sektor ketenagakerjaan.  

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengungkapkan pangsa pasar ekspor Indonesia ke AS mencapai 10,3 persen secara tahunan. Pangsa tersebut merupakan yang terbesar kedua setelah ekspor Indonesia ke Cina.

Kepala Pusat Industri, Perdagangan dan Investasi INDEF Andry Satrio Nugroho menyebut tarif impor baru yang dibuat Trump bisa mempengaruhi nasib jutaan tenaga kerja domestik. Pelaku ekspor komoditas unggulan—seperti tekstil, alas kaki, elektronik, furnitur, dan produk pertanian—akan terkena biaya yang tinggi. Padahal, sudah lebih dari 30 pabrik di sektor tekstil dan turunannya yang tutup selama tiga tahun terakhir.

3. Libur Lebaran Lebih Singkat, Pemudik Kembali ke Jakarta Lebih Awal

Sejumlah pemudik mulai kembali ke Jakarta setelah menikmati libur Lebaran di kampung halaman mereka. Sejumlah pemudik yang ditemui di Stasiun Pasar Senen pada Rabu, 2 April 2025 mengatakan, kembali lebih cepat karena waktu libur yang pendek.

Salah satu pemudik, Novita, warga Jakarta Barat, mengatakan bahwa ia memilih kembali lebih awal karena jatah libur yang pendek. “Saya mudik ke Yogyakarta selama lima hari. Karena libur pendek, saya putuskan kembali lebih cepat,” ujar Navita saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Rabu malam, April 2025.

Navita yang berprofesi sebagai staf administrasi toko tersebut mengaku membeli tiket perjalanan pulang-pergi sejak awal demi menghindari kesulitan mendapatkan tiket. “Kalau nggak beli jauh-jauh hari, bisa kehabisan,” katanya. Ia juga memilih kereta api sebagai moda transportasi utama karena lebih cepat dan bebas dari kemacetan.

4. Menteri UMKM Singgung Judi Online jadi Faktor Daya Beli Masyarakat Melemah

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Maman Abdurrahman menyinggung judi online sebagai salah satu faktor yang melemahkan daya beli masyarakat. Menurutnya, berdasarkan temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), uang yang mengalir ke judi online mencapai Rp 900 triliun per tahun.

Maman menilai masyarakat yang mengalokasikan uangnya ke judi online otomatis akan mengalami penurunan daya beli. "Jadi bayangkan kalau misalnya si A baru dapat kiriman uang dari orang tuanya Rp 2 juta. Rp 500 ribu atau Rp 1 jutanya dipakai untuk judi online, itu aja udah berkurang, " kata Maman saat ditemui di gelar griya rumahnya di Tangerang Selatan pada Rabu, 2 April 2025. 

Maman mengklaim tren pengguna judi online mulai menurun sejak pemerintah gencar menertibkannya. Sehingga seiring menurunnya pengguna judi online, ia berharap akan ada peningkatan daya beli masyarakat.

5. Harga Emas Melesat, Pengamat: Ancaman Geopolitik dan Perang Dagang Jadi Pemicu

Harga emas dunia terus mengalami lonjakan signifikan pasca kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu, 2 April 2025. 

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyebut bea masuk sebesar 32 persen yang dikenakan terhadap seluruh negara, termasuk Indonesia, telah mendorong harga emas melonjak dan sempat menyentuh ke level US$ 3.180 per troy ounce pada perdagangan Rabu pagi.

"Artinya ada kemungkinan besar dalam minggu depan 3.200 akan tercapai untuk harga emas dunia," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Kamis, 3 April 2025.

Simak lebih lanjut tentang pemicu meroketnya harga emas dunia di sini. 

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |