Kapal kontainer ditambatkan di Pelabuhan Cape Town, Afrika Selatan, 2 Maret 2026. Sejumlah perusahaan mengalihkan jalur pelayaran akibat ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak hanya mengguncang medan militer, tetapi juga memicu gejolak serius di pasar global. Ketidakjelasan arah perang dan potensi perluasan konflik kawasan kini menjadi faktor utama yang menekan ekonomi dunia.
Pasar bereaksi keras setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer terhadap Iran akan terus ditingkatkan dalam beberapa pekan ke depan, tanpa memberikan kejelasan kapan konflik akan berakhir.
Harga minyak melonjak tajam menembus 100 dolar AS per barel, sementara saham global merosot dan dolar menguat. Investor merespons ketidakpastian tersebut dengan menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman.
“Pasar tidak mendapatkan kepastian atau kejelasan tambahan mengenai jangka waktu konflik,” kata Jon Withaar dari Pictet Asset Management, menyoroti kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi lanjutan.
Selat Hormuz Jadi Titik Tekan Utama
Ketegangan semakin tajam karena Selat Hormuz, jalur vital energi global, masih berada dalam ketidakpastian. Jalur ini merupakan salah satu arteri utama distribusi minyak dunia, terutama bagi negara-negara Asia.
Meski Trump menyebut jalur tersebut akan terbuka “secara alami” setelah perang berakhir, pasar tidak melihat indikasi bahwa hal itu akan terjadi dalam waktu dekat.
Ketidakpastian ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi berkepanjangan, yang berpotensi mendorong inflasi global dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Konflik Meluas, Iran Ubah Strategi
Di tengah tekanan militer, Iran dan sekutunya dinilai mengadopsi strategi yang berbeda dari perang konvensional. Alih-alih menghadapi langsung superioritas militer AS dan Israel, Teheran justru memperluas arena konflik ke berbagai kawasan.
Pakar hubungan internasional Murad Sadygzade menilai perang ini telah berkembang menjadi konfrontasi regional yang kompleks.
“Apa yang kita saksikan bukan lagi bentrokan terbatas, tetapi konflik yang meluas di mana sekutu Iran mulai terlibat secara langsung,” tulisnya.

4 hours ago
2

















































