Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Kanal
MNC Portal
Live TV
Radio Live
MNC Networks
Jum'at, 12 Juni 2026 - 18:40 WIB
kebiasaan marah-marah tak hanya merusak mental, tetapi juga bisa melemahkan daya tahan tubuh. Foto: The mind veda
JAKARTA - Marah sesekali mungkin dianggap hal yang wajar. Namun jika dibiarkan terus-menerus, emosi negatif ini ternyata tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Bahkan, kebiasaan marah berkepanjangan disebut dapat mengganggu proses penyembuhan hingga memperburuk berbagai penyakit inflamasi.
Hal itu diungkap oleh dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata.
Lewat unggahan di akun X @AdamPrabata, ia menjelaskan bahwa kemarahan dalam jangka pendek memang bisa memicu peningkatan sejumlah zat yang berperan dalam proses peradangan tubuh, seperti IL-6, TNF-α, dan C-reactive protein.
Baca Juga : Ingat! Pemarah Berisiko Tinggi Alami Masalah Jantung Fatal
Menurutnya, respons itu sebenarnya adalah mekanisme alami tubuh untuk mempersiapkan sistem imun menghadapi ancaman tertentu.
“Marah dalam jangka pendek, memang bisa meningkatkan zat yang berperan dalam peradangan seperti IL-6, TNF-α, dan C-reactive protein. Nah tapi itu justru mempersiapkan sistem imun kita dan sebenernya bisa protektif,” tulis Adam.
Namun, kondisi ini berbeda terjadi ketika seseorang terus-menerus marah dalam jangka panjang atau tidak mampu mengendalikan emosinya. Kemarahan kronis justru dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia


































