Studi: Rutin Olahraga Turunkan Risiko Kematian Dini pada Perempuan

6 hours ago 3

Perempuan olahraga (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Studi terbaru dari Australia mengungkapkan perempuan paruh baya yang rutin berolahraga dapat mengurangi risiko kematian dini hingga separuhnya. Temuan ini menegaskan pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan jangka panjang perempuan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Medicine tersebut menyoroti perempuan berusia 40 hingga 70-an sebagai kelompok yang sangat diuntungkan dari kebiasaan hidup aktif. Peneliti utama Binh Nguyen dari University of Sydney menyebut bahwa aktivitas fisik yang konsisten selama bertahun-tahun memberikan dampak signifikan terhadap penurunan risiko kematian dini.

"Penting sekali untuk tetap aktif secara fisik pada tahap kehidupan ini karena dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang. Risiko kematian dini bisa berkurang hingga setengahnya, terutama jika aktivitas dilakukan secara konsisten," kata Nguyen dilansir laman ABC, Jumat (27/3/2026).

Penelitian ini menggunakan data dari 11.169 perempuan yang lahir antara 1946 hingga 1951 dan tergabung dalam Studi Longitudinal Kesehatan Wanita Australia (ALSWH). Ini menjadi salah satu studi terbesar di dunia yang telah mengikuti lebih dari 58 ribu perempuan sejak 1996.

Berbeda dengan banyak studi lain yang hanya melihat satu titik waktu, penelitian ini melacak aktivitas fisik peserta selama 15 tahun, saat mereka berusia sekitar 45 hingga 70 tahun. Metode ini memungkinkan perbandingan antara kelompok yang rutin berolahraga dan yang tidak, dengan pendekatan yang menyerupai uji coba terkontrol secara acak, namun dalam jangka panjang.

Hasilnya menunjukkan bahwa angka kematian hanya 5,3 persen pada perempuan yang secara konsisten memenuhi pedoman aktivitas fisik, dibandingkan 10,4 persen pada mereka yang tidak. Studi ini mengacu pada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per pekan untuk orang dewasa.

Namun, kenyataannya banyak orang masih belum memenuhi standar tersebut. Data dari Australian Institute of Health and Welfare menunjukkan 37 persen individu berusia 18-64 tahun dan 57 persen usia 65 tahun ke atas tidak cukup aktif secara fisik.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |