SPPG Blora Dipoliskani Buntut Keracunan, Waka BGN: Kita Lihat Apakah Ada Unsur Kesengajaan

4 hours ago 4

Warga Kabupaten Blora, Rival Alfian Esa Saputra (23 tahun), melaporkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 ke Polres Blora, Kamis (10/9/2026). Hal itu berkaitan dengan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru-baru ini dialami ratusan siswa sekolah, termasuk ibu hamil dan menyusui, setelah mengonsumsi MBG dari SPPG Sukorejo 2.

REPUBLIKA.CO.ID, BLORA — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn) Trenggono menanggapi soal dilaporkannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 ke Polres Blora buntut kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa di sana. Menurutnya, jika dalam kasus tersebut terdapat unsur kesengajaan, hal itu bisa diselesaikan lewat hukum.

“Yang jelas begini, kita lihat dulu ya, kita lihat apakah ada unsur kesengajaan yang mengakibatkan permasalahan ini, kejadian ini. Kalau memang ada unsur pidananya, nanti akan diselesaikan sesuai hukum yang berlaku,” ujar Trenggono ketika ditanya soal pelaporan ke kepolisian seusai meninjau SPPG Sukorejo 2 di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026).

Dia memastikan saat ini BGN sudah menginvestigasi kasus dugaan keracunan dari menu MBG yang disalurkan SPPG Sukorejo 2. “Ini masih dalam tahap investigasi termasuk hasil lab-nya pun juga masih diproses ya,” katanya.

Kendati demikian, Trenggono mengingatkan bahwa setiap daerah memiliki satgas MBG. Menurutnya, masyarakat yang menemukan permasalahan terkait MBG maupun SPPG dapat langsung melaporkannya ke satgas. “Jadi sudah ada organisasinya, jadi tolong bisa disesuaikan,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Trenggono menyampaikan akan menjatuhkan sanksi penangguhan berat selama 30 hari dan mencopot kepala SPPG Sukorejo 2. “Jadi untuk dapur yang menyiapkan menu yang terdampak (keracunan) ini harus diberikan tindakan tegas. Nanti kita suspend berat. Ini saya lihat memang dapurnya sangat-sangat tidak memenuhi syarat, banyak sekali SOP yang tidak dilaksanakan,” tuturnya.

Dia menambahkan, BGN pun bakal mencopot kepala SPPG Sukorejo 2. “Kepala dapurnya pun jelas kita copot karena dia juga tidak melaksanakan tugas dengan baik, tidak patuh terhadap SOP,” ujarnya.

Trenggono mengapresiasi Pemkab Blora yang telah dengan sigap menangani kasus dugaan keracunan MBG. “Saat ini sudah hampir semua sudah kembali dengan sehat. Hari ini tinggal tiga di rumah sakit yang ketiganya juga sudah mulai membaik,” ucapnya.

Pelaporan

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |