Spanyol Puji Profesionalisme Basarnas dalam Tragedi KM Putri Sakinah

1 day ago 8

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (30/12/2025). Sejumlah penyelam profesional diterjunkan untuk melakukan penyelaman di beberapa titik di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan tiga korban dan bangkai KM Putri Sakinah yang belum ditemukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia internasional kini tengah tertuju pada perairan eksotis Labuan Bajo, bukan karena keindahannya, melainkan karena simpati mendalam atas tragedi maritim yang menimpa wisatawan mancanegara.

Di tengah duka yang menyelimuti Negeri Matador, Pemerintah Spanyol secara resmi melayangkan apresiasi tinggi terhadap dedikasi tanpa batas tim SAR Indonesia. Kecepatan respons dan ketangguhan koordinasi di lapangan diakui sebagai standar profesionalisme yang memberikan secercah harapan bagi keluarga korban di tengah situasi sulit ini.

Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta menyampaikan ucapan terima kasih mendalam atas kerja keras serta komitmen tanpa henti Pemerintah Indonesia dalam penanganan kecelakaan kapal KM Putri Sakinah yang terjadi pada 26 Desember lalu. Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Basarnas pada Rabu (7/1/2026), Kedubes Spanyol menyatakan rasa hormat atas sinergi yang ditunjukkan oleh berbagai institusi Indonesia.

“Kami ingin mengakui peran vital Basarnas, otoritas pelabuhan, serta seluruh jajaran keamanan Indonesia. Profesionalisme dan dedikasi yang mereka tunjukkan menjadi teladan nyata selama proses evakuasi yang sangat sulit ini,” tulis pernyataan resmi Kedubes Spanyol. Berkat upaya berkelanjutan tersebut, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan tiga dari empat warga negara Spanyol yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Tragedi ini bermula ketika KM Putri Sakinah sedang melintasi perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 26 Desember dalam cuaca yang dilaporkan tidak menentu. Kapal kayu tersebut membawa total 11 orang, yang terdiri dari enam wisatawan asal Spanyol, seorang pemandu wisata, serta empat kru kapal. Berdasarkan keterangan saksi, kapal dihantam gelombang kuat yang menyebabkan kebocoran fatal hingga akhirnya tenggelam dalam waktu singkat.

Musibah ini mendunia dan menjadi perhatian media internasional karena posisi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium global. Keberadaan enam wisatawan Spanyol dalam satu kapal yang sama memicu reaksi cepat dari otoritas Uni Eropa, menjadikan operasi pencarian ini sebagai salah satu operasi SAR paling dipantau di awal tahun 2026. Alur komunikasi yang transparan antara Basarnas dan Kedutaan Besar membuat dunia menyaksikan bagaimana Indonesia menangani krisis wisata dengan standar internasional.

Seiring dengan ditemukannya tiga korban, Kedubes Spanyol dengan hormat meminta agar operasi pencarian diperpanjang untuk menemukan satu korban terakhir yang masih hilang. Pihak Kedutaan juga menegaskan kesiapannya untuk terus mendukung koordinasi teknis dan administratif dengan otoritas Indonesia hingga seluruh proses evakuasi dan repatriasi jenazah selesai dilakukan secara terhormat.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |