Siapa Tembak Mati Ibu Hamil Tujuh Bulan di Sugapa?

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, SUGAPA – Kematian Melkiana Duwitau, ibu hamil yang tertembak di rumahnya di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah pada Kamis (2/7/2026) memicu sorotan atas eskalasi kekerasan di wilayah itu belakangan. Beredar versi berbeda terkait kematian tersebut. 

Kabar tersebut mulanya dilansir Manajemen Markas Pusat Komite Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) hari itu juga. Mereka melaporkan, telah menerima laporan dari pusat Kota Sugapa bahwa telah terjadi bunyi tembakan di lokasi itu sekitar pukul 19.00-20.00 WIT. 

Kejadian tersebut mengakibatkan seorang ibu hamil atas nama Melkiana Duwitau dengan usia kehamilan tujuh bulan meninggal dunia bersamaan dengan anaknya yang masih dalam kandungan. Korban meninggal di dalam rumahnya di Jaringan Dua (J2) di Kampung Bilogai dan Kampung Wandoga, pusat kota Sugapa. 

“Penembakan tersebut dilakukan oleh aparat militer Indonesia dari dalam pos militer yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban. Korban dan anaknya meninggal setelah terkena peluru yang menembus rumahnya,” tulis pernyataan yang dibagikan Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom itu.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mendesak aparat militer Indonesia untuk segera keluar dari pemukiman warga sipil di pusat Kota Sugapa agar menghindari jatuhnya korban jiwa dari pihak warga sipil saat terjadinya kontak senjata,” tulis pernyataan. Mereka mendesak lembaga-lembaga HAM internasional maupun nasional untuk segera melakukan investigasi secara independen dan transparan atas penembakan terhadap seorang ibu hamil di pusat Kota Sugapa pada hari ini.

Dua hari berselang, Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyampaikan versi aparat terkait insiden tersebut. Menurut Wirya, gangguan tembakan dilakukan kelompok bersenjata yang dipimpin Peles Tigau dari tiga titik berbeda dalam kurun waktu sekitar 15 menit.

Ia menjelaskan, tembakan pertama terjadi sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga. Lima menit kemudian, tembakan kembali dilepaskan dari kawasan perbukitan di depan Koramil Sugapa. Sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai.

Wirya mengatakan, selama rangkaian kejadian itu personel Satgas TNI tidak melakukan tembakan balasan. "Pada saat kejadian hujan turun disertai kabut tebal sehingga jarak pandang sangat terbatas. Personel memilih bertahan di posisi perlindungan (stelling) sambil memantau situasi untuk menghindari risiko terhadap masyarakat sipil," kata Wirya.

Berdasarkan hasil analisis spasial, kata dia, ketiga sumber tembakan berasal dari lokasi yang berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |