SEBANYAK 1.966 warga atau 568 kepala keluarga di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara masih mengungsi pascagempa bumi dengan magnitudo 7,6 yang mengguncang Ternate pada Kamis, 2 April 2026, sekitar pukul 07:48 WIT. Mereka mengungsi lantaran rumah rusak akibat gempa.
Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, ratusan kepala keluarga yang mengungsi merupakan warga empat Kelurahan di Kecamatan Batang Dua. Mereka tercatat mengungsi di 29 lokasi titik kumpul yang disediakan Pemerintah Kota Ternate.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Untuk saat ini sebagian dari mereka sudah kembali, tapi untuk warga yang rumahnya rusak berat masih mengungsi. Pemerintah Kota Ternate sudah menyiagakan tim penanggulangan bencana di lokasi termasuk tenaga kesehatan,”kata Rizal kepada Tempo Jumat 10 April 2026.
Menurut Rizal, meski kebanyakan warga masih memilih mengungsi di wilayah ketinggian, namun aktivitas pemerintahan dan layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat sudah kembali normal. Masyarakat juga mulai pelan-pelan memperbaiki kondisi rumah yang rusak.
“Kami bahkan sudah menyalurkan bantuan untuk warga terdampak tahap dua. Rencananya pekan ini kami kembali menyalurkan kebutuhan makanan, obat-obatan dan pakaian,”ujar Rizal.
Wali Kota Ternate Tauhid Soleman mengatakan, dalam penanganan bencana, Pemerintah Kota Ternate saat ini masih melakukan minimalisasi dampak pascagempa. Pemerintah Kota Ternate bahkan belum mencabut status tanggap darurat bencana pascagempa yang terjadi di laut Batang Dua Kamis, 02 April 2026, sekitar pukul 07:48 WIT.
“Langkah ini masih kami ambil sebagai upaya percepatan melakukan tindakan yang terkoordinasi dalam menangani bencana gempa. Rencananya kami akan kembali menurunkan tenaga kesehatan ke lokasi terdampak,”kata Tauhid.
Menurut Tauhid, dari informasi yang diterimanya, sejumlah infrastruktur dasar seperti rumah ibadah, sekolah dan rumah warga di wilayah Batang Dua dan Ternate dilaporkan rusak setelah gempa terjadi. Beberapa sekolah bahkan memilih untuk meliburkan siswanya akibat gempa tersebut.
“Tapi kondisi saat ini sudah lebih baik, meski gempa susulan selalu terjadi. Masyarakat sudah kembali beraktivitas,”ujar Tauhid.
Sebelumnya gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang Ternate dan Tidore. Pusat gempa yang terletak pada koordinat 1.25 Lintang Utara – 126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer sempat membuat warga panik. Gempa ini dilaporkan dirasakan hingga Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi Maluku Utara dan Bitung, Manado dan Minahasa Sulawesi Utara.















































