RI-Singapura Bahas Kerja Sama Proyek Energi Hijau

2 hours ago 3

MENTERI Luar Negeri Sugiono dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan membahas penguatan kerja sama bilateral di bidang energi, ketahanan pangan, investasi, dan stabilitas kawasan dalam pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Menlu Vivian ke Jakarta pada 11-13 Mei 2026. Dalam pertemuan itu, kedua menteri juga mempersiapkan Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura yang akan datang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sugiono mengatakan hubungan Indonesia dan Singapura yang tahun depan genap berusia 60 tahun menjadi momentum untuk memperbarui arah strategis kemitraan kedua negara.

“Indonesia dan Singapura telah membangun kemitraan yang sangat kuat, yang ditandai oleh kepercayaan strategis, manfaat bersama, dan tujuan yang sama,” kata Sugiono dalam konferensi pers.

Kerja Sama Energi dan Investasi

Sugiono mengatakan salah satu fokus pembahasan adalah kerja sama energi, termasuk perdagangan listrik lintas batas dan investasi pada proyek energi berkelanjutan.

Adapun Vivian menilai Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi, mulai dari tenaga surya, panas bumi, hingga hidroelektrik. “Bahkan, saya melihat Indonesia sebagai negara adidaya di bidang energi,” ujarnya.

Menurut dia, potensi tersebut dapat melengkapi posisi Singapura sebagai pusat teknologi dan pembiayaan infrastruktur di kawasan. Kedua negara juga menindaklanjuti proyek perdagangan listrik lintas batas dan pembangunan kawasan industri berkelanjutan yang sebelumnya disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam Leaders’ Retreat tahun lalu.

Ketahanan Pangan dan Kawasan Industri

Di bidang ketahanan pangan, Sugiono mengatakan kedua negara sepakat memperluas kemitraan agribisnis dan pemanfaatan teknologi. Pada sektor industri, Indonesia dan Singapura akan melanjutkan kerja sama yang telah berjalan di Batam-Bintan-Karimun serta Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah. Kedua negara juga menjajaki pengembangan zona industri berkelanjutan baru.

“Inisiatif ini, tentu saja, merupakan proyek ekonomi, tetapi juga menjadi peluang bagi kedua negara untuk menyediakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat kami, menciptakan peluang, dan meningkatkan taraf hidup,” ucap Sugiono.

Posisi ASEAN dalam Situasi Global

Sugiono dan Vivian juga membahas perkembangan situasi di Timur Tengah yang dinilai berdampak langsung terhadap keamanan energi dan rantai pasok global.

“Kami terus menekankan pentingnya deeskalasi, dialog, dan penghormatan penuh terhadap hukum internasional,” kata Sugiono. Keduanya menegaskan kembali komitmen terhadap persatuan dan sentralitas ASEAN di tengah ketidakpastian global.

Vivian juga mengatakan seluruh negara tengah menghadapi dampak perang di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz yang mempengaruhi pasokan energi ke Asia adan Asia Tenggara. “Dampak inflasi akibat kenaikan harga energi, serta sejumlah tantangan mendasar terhadap tatanan internasional berbasis aturan,” ujarnya.

Menurut dia, kerja sama Indonesia, Singapura, dan Malaysia dalam menjaga Selat Malaka dan Selat Singapura tetap terbuka, aman, dan vital bagi pelayaran internasional dapat menjadi contoh positif bagi kawasan lain di dunia. 

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |