Rangkaian Bantuan Indonesia Untuk Korban Gempa Myanmar

18 hours ago 4

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia menunjukkan solidaritasnya terhadap negara tetangga Myanmar dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan setelah gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sagaing-Mandalay pada 28 Maret 2025. Gempa Myanmar yang dirasakan hingga India, Bangladesh, Thailand, dan China ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah, ribuan korban jiwa, dan banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal.

Dalam rapat tingkat menteri yang dilaksanakan secara daring pada Ahad, 30 Maret 2025, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa Indonesia akan segera mengirimkan bantuan kepada korban gempa di Myanmar.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Pemerintah Indonesia akan segera mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di Myanmar. Tim USAR, tenaga medis, serta berbagai bantuan logistik akan diberangkatkan secara bertahap agar dapat segera membantu para korban," ujar Pratikno dikutip dari laman Kemenko PMK.

Bantuan Logistik dan Medis

Bantuan kemanusiaan yang dikirim oleh Indonesia meliputi berbagai jenis bantuan, seperti tim Urban Search and Rescue (USAR), tenaga medis darurat (Emergency Medical Team), dan logistik yang mencakup obat-obatan, makanan, tenda pengungsi, serta peralatan penyuling air bersih.

Menurut laporan yang dikutip dari laman darilaut.id mitra Teras.id, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mengirimkan 1.300 pouch biskuit protein, 500 paket makanan siap saji, 100 pakaian, dan 600 selimut. Sementara itu, Kemenhan menyalurkan 20 set tenda pengungsi, 1.000 sarong, serta 100 dus mie instan. Basarnas turut menyumbang dengan mengirimkan satu unit truk, dua unit genset, tiga anjing K9, dan peralatan penyelamatan, sementara Kemenhan menyalurkan 17 set tenda pengungsi serta tim pengawal satwa.

Menurut laporan dari Antara, berbagai bantuan yang telah dihimpun seperti dari BNPB, Artha Graha Peduli, BAZNAS, Kementerian Pertanian, PMI, dan Kemenkes hingga pihak swasta mencapai total bobot 124 ton atau senilai dengan Rp20,89 miliar.

Selain itu, menurut laman Kementerian Luar Negeri, Indonesia juga mengirimkan bantuan senilai USD 1 juta (sekitar Rp16,5 miliar) untuk mendukung upaya pemulihan di Myanmar. Pengiriman bantuan ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait, seperti BNPB yang bertanggung jawab atas koordinasi distribusi bantuan, Kemenkes yang menyiapkan tenaga medis, Basarnas yang mengirimkan tim SAR, serta TNI yang memberikan dukungan operasional dan pengamanan.

Kementerian Luar Negeri juga memainkan peran penting dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah Myanmar untuk memfasilitasi perizinan pengiriman bantuan.

Pemprov Lampung Ikut Kirim Bantuan 

Dikutip dari laman Pemprov Lampung, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Brigade Infanteri (Brigif) 4 Marinir/Berdiri Sendiri (MAR/BS) turut menyumbangkan bantuan yang terdiri dari genset, tenda, selimut, dan obat-obatan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Posko Bantuan Tugu Adipura, Bandar Lampung, pada 2 April 2025.

Komandan Brigif 4 Marinir/Berdiri Sendiri, Kolonel Supriyadi Tarigan, menjelaskan bahwa penggalangan bantuan ini adalah bagian dari respon cepat TNI dalam operasi militer selain perang, khususnya dalam penanganan bencana alam. 

Bantuan Sebelumnya dari Indonesia ke Myanmar

Menurut laporan Antara, Indonesia telah beberapa kali memberikan bantuan kepada Myanmar dalam bentuk kemanusiaan. Pada masa pandemi COVID-19, Indonesia memberikan bantuan senilai Rp 2 miliar. Tak hanya itu, pada 2023 Indonesia juga mengirimkan bantuan senilai Rp 7,7 miliar akibat siklon Mocha, serta vaksinasi polio yang diberikan untuk 2,7 juta anak di Myanmar.

Indonesia berharap bantuan yang dikirimkan dapat segera sampai dan bermanfaat bagi korban gempa di Myanmar. "Kami berharap bantuan ini dapat segera diterima oleh para korban yang membutuhkan. Indonesia selalu siap membantu dalam semangat solidaritas dan kemanusiaan,” ujar Menko PMK Pratikno.

Adapun bantuan akan dikirim dalam beberapa tahap. Tim pendahulu, yang terdiri dari 10 personel, dijadwalkan berangkat pada Senin, 31 Maret 2025 untuk membawa sebagian obat-obatan dan logistik yang berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia.

Tim SAR (Search and Rescue) selanjutnya akan diterbangkan menggunakan pesawat Hercules pada 1 April 2025. Sedangkan, tim medis darurat dan bantuan logistik lainnya akan diberangkatkan pada 3 April 2025, Presiden RI juga dijadwalkan bakal berangkat memberikan bantuan secara simbolis tanggal tersebut.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |