Prabowo Prihatin Banyak Orang yang Lebih Suka Budaya Asing

2 hours ago 1

PRESIDEN Prabowo Subianto menilai sebagian besar orang berpendidikan di Indonesia memiliki inferiority complex atau kompleks rendah diri. Mereka, kata Prabowo, lebih menyukai budaya luar negeri dibanding budaya Indonesia.

Saat ini, kata Prabowo, ada fenomena bahwa sebagian golongan terdidik di Indonesia terkesima dengan apapun yang berasal dari luar negeri. "Semua yang bersumber dari asing, kita terkesima. Sehingga ini agak mempengaruhi kekuatan jiwa dan kekuatan semangat bangsa kita," kata Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Senayan, Jakarta pada Sabtu, 11 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kepala Negara mengistilahkan sikap minder tersebut dengan bahasa belanda, yaitu minderwaardigheidscomplex. "Kompeks rendah diri. Dalam bahasa Inggris: inferiority complex. Di bawah sadar, sebagian besar orang-orang berpendidikan di Indonesia lebih bangga dengan (budaya) yang berasal dari luar Indonesia," tuturnya.

Masyarakat Indonesia, kata Prabowo, harus bangga terhadap budaya sendiri. Dia mencontohkan rasa bangga bisa ditunjukkan dengan memakai pakaian tradisional, seperti sarung, songket, hingga kopiah.

Ketua Umum Partai Gerindra ini menyinggung kebiasaan memakai baju tradisional itu sudah dilakukan para presiden, termasuk dirinya. "Kau lihat, sudah berapa presiden, sebelum saya ada presiden Jokowi, saya setiap hari kebangsaan kita pakai pakaian kita sendiri, dari macam-macam daerah," kata Prabowo.

Rakyat Indonesia, menurut dia, harus hormat dengan semua bangsa. Namun, kata dia, sikap hormat itu tidak boleh membuat lupa akan bangsa sendiri. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budaya sendiri, bangsa yang menghormati orang tuanya, leluhurnya," ucap mantan menteri pertahanan ini.

Prabowo memberikan contoh pencak silat yang dia sebut bukan sekedar olahraga untuk membentuk ketangguhan fisik. Prabowo mengatakan pencak silat juga merupakan jati diri bangsa.

Dalam acara yang sama, Prabowo menyatakan tak akan maju kembali menjadi ketua umum PB IPSI. Jabatan itu telah dia pegang sejak 2003 atau sekitar 23 tahun lalu. Dalam Munas kali ini, IPSI akan memilih pengganti Prabowo.

Ia pun meminta maaf karena belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade selama jadi ketua umum. "Banyak tugas PB IPSI ke depan, saya minta maaf saya belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Kita terus berusaha. Saya kira, saya yakin pengganti saya nanti akan berhasil membawa ke Olimpiade, saya yakin," ucapnya.

Pensiunan jenderal angkatan darat ini lantas meminta maaf karena tidak terlalu aktif di PB IPSI beberapa tahun belakangan. Meski begitu, dia menegaskan selalu mendukung organisasi tersebut. "Apalagi sekarang jadi presiden, saya kira pembinaan IPSI akan lebih dahsyat," kata Prabowo. 

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |