PRESIDEN Prabowo Subianto telah menerima laporan gempa dengan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah pantai barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. Gempa tersebut berjenis tektonik dengan episenter terletak pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara dan 126,27 derajat Bujur Timur, atau persisnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer.
Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden Prabowo telah memantau situasi sejak awal. Presiden sudah mendapatkan informasi dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengenai gempa yang mengguncang Sulawesi Utara hingga Maluku Utara itu. “Terutama di Kota Bitung dan Kota Ternate, serta pulau Batang Dua,” kata Teddy dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Teddy menuturkan, Presiden Prabowo memberikan instruksi kepada Suharyanto agar proses evakuasi dilakukan segera mungkin. Dia menjelaskan, unsur BNPB, TNI, Polri, hingga pemerintah daerah sudah diterjunkan ke lokasi gempa untuk mengecek dan mengevakuasi warga. “Tadi pagi melalui Kepala BNPB, Presiden sudah langsung perintahkan seluruh aparat dan tim BNBP secepat mungkin mengevakuasi warga terdampak,” tuturnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak kembali ke bangunan yang terdampak sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman. “Kepala BNPB sudah mengimbau agar warga tidak beraktivitas kembali di gedung yang terdampak,” kata Teddy.
Gempa bermagnitudo 7,6 ini terjadi pada Kamis pagi, 2 April 2026, sekitar pukul 05.48 WIB. Guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya. Gempa juga dirasakan kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas melaporkan satu korban jiwa akibat gempa bumi ini. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di antara reruntuhan bangunan. “Seorang warga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di reruntuhan Gedung KONI di Lapangan Olahraga Sario, Kota Manado, dan telah dievakuasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis.
Korban ditemukan tertimbun material bangunan setelah gempa mengguncang wilayah tersebut. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan warga setempat bergerak cepat melakukan evakuasi di lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan perkembangan kaji cepat hingga pukul 08.00 WIB, BNPB juga mencatat kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah terdampak. Satu unit tempat ibadah dilaporkan rusak di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate. Selain itu, dua unit rumah mengalami kerusakan di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan.


















































