Prabowo Cerita Tiga BUMN Ini Sempat Mau Dijual ke Asing

4 hours ago 5

PRESIDEN Prabowo Subianto menceritakan bahwa dirinya pernah menggagalkan upaya-upaya pihak tertentu yang ingin menjual industri pertahanan dalam negeri kepada asing karena perusahaan-perusahaan milik negara itu dinilai tak dapat meraup keuntungan besar.

"Banyak sekali perusahaan-perusahaan yang seolah-olah, tadinya mau dijual ke asing, saya larang!" kata Presiden Prabowo saat berpidato dalam acara peresmian lima bendungan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 10 Juli 2026, dikutip dari Antara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia menyatakan, sebelumnya ada pihak tertentu yang ingin menjual PT PAL, PT Pindad hingga PT Dirgantara Indonesia. "Tadinya industri pertahanan mau dijual. PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PT DI dibunuh mau dijual. Kita bangkitkan! Sekarang, kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu," ujarnya.

Prabowo yang menjabat sebagai menteri pertahanan pada periode kedua pemerintahan Presiden Ke-7 Joko Widodo pada periode 2019-2024 tersebut kemudian mengumumkan perusahaan-perusahaan pertahanan pelat merah itu kini telah bertumbuh dan berkembang pesat.

"PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih," tutur Prabowo.

Bahkan, kata Prabowo, Pindad saat ini telah mendapat kontrak dari Arab Saudi. "Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad. Senjata kita teruji," ujarnya.

Sejak tahun 2022, sejumlah perusahaan pelat merah yang bergerak di industri pertahanan tergabung dalam holding Defend ID. Lima perusahaan yang tergabung dalam Defend ID yaitu PT Len Industri sebagai perusahaan induk, kemudian PT PAL, PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Pindad, dan PT Dahana.

PT PAL Indonesia, sebagai galangan kapal terbesar Indonesia yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur, telah memproduksi berbagai jenis kapal, termasuk kapal-kapal tempur dan kapal-kapal rumah sakit untuk kebutuhan dalam negeri, dan juga ekspor ke luar negeri. Sejauh ini, PT PAL telah membangun kapal selam di galangannya di Surabaya, bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) asal Korea, yaitu KRI Alugoro-405.

Awal Juli 2026, PT PAL juga telah memasuki tahap pembangunan fisik 2 unit kapal selam Scorpene bekerja sama dengan Naval Group. Dua perusahaan itu telah memulai tahapan pemotongan baja pertama pada bulan ini. Scorpene merupakan kapal selam canggih milik Naval Group asal Prancis yang dipesan oleh Indonesia. Dua unit kapal selam Scorpene pesanan Indonesia itu akan dibangun seluruhnya di galangan kapal PT PAL di Surabaya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |