TEMPO.CO, Jakarta - Satu unit mobil polisi terparkir di sebrang gerbang masuk Gedung Universitas Udayana, Bali pada Selasa, 1 April 2025 lalu. Beberapa personel kepolisian dengan seragam lengkap juga berjaga di dekat mobil tersebut tanpa alasan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Mahasiswa Universitas Udayana, Matthew Owen, menuturkan kedatangan pihak kepolisian tersebut terjadi bertepatan dengan agenda konsolidasi akbar mahasiswa di kampusnya. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk menyusun detail persiapan aksi yang direncanakan oleh mahasiswa untuk menolak kerja sama kampus mereka dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana.
“Ketika masuk gerbang kampus itu ada satu mobil polisi. Sementara, kurang lebih di gerbang itu ada empat polisi berseragam yang kayak lagi ngobrol,” kata Owen kepada Tempo pada Kamis, 3 April 2025.
Owen mengaku tidak tahu-menahu alasan di balik kedatangan aparat tersebut ke area yang sangat dekat dengan kampusnya. Meski begitu, Owen mengatakan polisi tidak sampai ikut mengawasi jalannya konsolidasi dari jarak dekat. Ketika konsolidasi usai, para polisi tersebut juga telah membubarkan diri.
“Gak ada polisi (di lokasi konsolidasi). Kami konsolidasi di gedung parkiran lantai empat, agak jauh dari gerbang masuk. Polisi adanya di gerbang,” tutur Owen.
Selain itu, Owen juga melihat ada orang tidak dikenal (OTK) yang mendokumentasikan jalannya diskusi mahasiswa kala itu. Beberapa satuan pengamanan (satpam) kampus juga melakukan hal serupa. “Yang mencurigakan yang orang jaket kulit hitam yang merekam (mahasiswa),” ujarnya.
Kedatangan aparat kepolisian dan OTK saat mahasiswa melakukan konsolidasi aksi tersebut juga dikonfirmasi oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana I Wayan Arma Surya Darmaputra. Meski begitu, ia mengatakan konsolidasi tetap berjalan dengan lancar. “Sudah (dilaporkan ke otoritas kampus),” ucap Arma.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui dari laman sosial media X. Dalam salah satu cuitan dari akun @unudmenfess dikatakan ada polisi yang menunggu di depan gerbang kampus Universitas Udayana, ada juga satpam serta diduga intel yang bolak-balik mendokumentasikan jalannya konsolidasi mahasiswa. “Konsolidasi tidak terasa aman,” bunyi cuitan tersebut.
Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana sendiri juga mengaku tidak tahu-menahu mengenai kedatangan polisi dan seorang diduga intel ke wilayah kampus itu. Dia memastikan, otoritas kampus tidak ada meminta permohonan penjagaan ke pihak kepolisian.
“Pihak kami tidak tahu-menahu dan tidak ada memohon pengamanan,” kata Sudarsana ketika dikonfirmasi oleh Tempo lewat aplikasi perpesanan, Kamis, 3 April 2025.
Hal yang serupa juga disampaikan Humas Universitas Udayana Ni Luh Eka Lestari. Dia menyebut pihak kampus tidak ada meminta penjagaan kepada kepolisian. Terlebih, menurut Eka, para polisi tersebut juga tidak masuk sampai ke dalam area kampus.
“Kami tidak mengetahui hal tersebut karena kampus masih dalam suasana libur lebaran,” ujarnya ketika dihubungi Tempo, Kamis, 3 April 2025.
Mahasiswa Universitas Udayana diketahui memang sedang merencanakan aksi untuk menolak perjanjian kerja sama yang dijalin kampus mereka dengan TNI AD Kodam IX/Udayana. Musababnya, perjanjian kerja sama tersebut dinilai berpotensi menjadi jalan bagi militer untuk masuk ke kampus.