CANTIKA.COM, Jakarta - Kalau kamu aktif di TikTok atau sering scroll marketplace, nama Pinkflash mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Merek atau brand kosmetik dengan kemasan serba pink ini sempat viral berkat harganya yang terjangkau dan tampilannya yang menggemaskan. Tapi di balik popularitasnya, Pinkflash juga sempat jadi sorotan karena isu keamanan produk.
Lalu, sebenarnya dari mana asal Pinkflash dan bagaimana perjalanan brand tersebut bisa sebesar sekarang? Yuk, kita deep dive bareng-bareng.
Asal Usul Pinkflash
Pinkflash adalah brand kosmetik asal Tiongkok yang berada di bawah perusahaan Guangzhou Jizhi Trading Co. Ltd.. Melansir situs resminya, Pinkflash berfokus menyediakan produk kecantikan dengan harga grosir pabrik yang kompetitif untuk pasar global.
Brand ini mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 2020, ketika tren makeup affordable sedang hype di media sosial dan e-commerce selama masa pandemi. Sejak saat itu, sejumlah produk Pinkflash mulai ramai diperbincangkan oleh beauty enthusiast Indonesia.
Viral Lewat Media Sosial dan Influencer
Popularitas Pinkflash melonjak pada 2021–2022 berkat ulasan dari beberapa beauty influencer seperti Syifa Hadju dan Tasya Farasya. Konten mereka di TikTok dan Instagram membuat banyak orang penasaran dengan kualitas produk Pinkflash yang dijual di bawah Rp50 ribu.
Kemasan pastel dan desain minimalis jadi daya tarik utama. Awalnya, Pinkflash hanya menjual lip cream, namun kini lini produknya berkembang pesat, mulai dari concealer, perona pipi atau blush on, pensil alis, loose powder, foundation, hingga eyeshadow palette.
Target Pasar dan Strategi Pinkflash
Pinkflash memahami target pasarnya, yaitu remaja dan perempuan muda yang ingin tampil menawan tanpa mengeluarkan biaya besar. Dari pantauan Cantika di sejumlah E-Commerce saat artikel tayang, harga produk Pinkflash berkisar hampir Rp14.000 hingga Rp200.000, membuatnya mudah dijangkau berbagai kalangan.
Strategi pemasaran mereka terbilang agresif, aktif beriklan di media sosial, bekerja sama dengan influencer, serta kolaborasi dengan toko besar dan platform marketplace. Pendekatan ini membuat Pinkflash cepat diterima oleh Gen Z di Indonesia.
Kontroversi dan Penarikan Produk oleh BPOM
Di balik popularitasnya, Pinkflash sempat terseret kontroversi. Di tahun ini, sudah dua kali sejumlah produk Pinkflash ditarik oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Melalui intensifikasi pengawasan selama Triwulan III (Juli–September 2025), BPOM berhasil mengungkap 23 produk kosmetik berbahaya.
Adapun produk Pinkflash yang ditarik BPOM adalah Pinkflash 3 Pan Eyeshadow PF-E23 BR02 (NA11231200088) dan Pinkflash 3 Pan Eyeshadow PF-E23 BR04 (NA11231200150). Produk tersebut ditarik karena mengandung pigmen yang dibatasi penggunaannya atau restricted pigments.
Pada awal 2025 yang masuk kategori kosmetik berbahaya adalah Pinkflash Multi Face Pallet PF-M02 – #01 (No izin edar: NA11211200494) dan Pinkflash Pro Touch Eyeshadow Palette PF- E15 – #02 (No izin edar: NA11211201040).
Lewat akun Instagramnya, Pinkflash memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan bertanggung jawab dengan kompensasi.
"Pelanggan yang telah membeli produk terkait berhak menerima kompensasi sebesar 2x harga produk sebagai wujud komitmen kami dalam menjaga kepercayaan terhadap PINKIEDOLLS," bunyi pernyataannya di Instagram 4 November 2025.
Kasus ini membuat banyak konsumen semakin selektif dalam memilih produk kecantikan. Pinkflash berhasil merebut hati banyak konsumen muda berkat kemasan menarik dan harga terjangkau. Namun, perjalanan mereka juga menunjukkan pentingnya keamanan dan transparansi dalam industri kecantikan. Sebelum checkout, pastikan kamu tahu apa yang kamu pakai karena cantik yang aman adalah bentuk self-care terbaik. Penting bagi kita untuk selalu memeriksa izin edar BPOM sebelum membeli kosmetik online maupun offline.
Pilihan Editor: Waspada Girls! BPOM Tarik 34 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya
TSABITA SIRLY KAMALIYA | INSTAGRAM
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.







































