EMITEN farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) membukukan laba bersih sebesar Rp 27,44 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat 109 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan kerugian sebesar Rp 290,63 miliar.
Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama PT Phapros Ida Rahmi Kurniasih mengatakan pencapaian tersebut merupakan buah dari penguatan disiplin Sales and Operation Planning, peningkatan kompetensi tim pemasaran, penataan kerja sama dengan distributor, strategi portofolio produk, dan efisiensi biaya yang ketat.
“Perbaikan fundamental bisnis telah mendorong pertumbuhan penjualan semua segmen sehingga berhasil mengembalikan profitabilitas perusahaan yang berkelanjutan,” katanya dalam siaran pers, dikutip Kamis, 2 April 2026.
Pada 2025, Phapros membukukan penjualan sebesar Rp 940,88 miliar atau naik 26,34 persen secara tahunan. Adapun penjualan segmen obat bebas tanpa resep naik 43,20 persen secara year on year. Kemudian, segmen obat generik berlogo tumbuh 13,95 persen year on year. Sedangkan segmen ethical tumbuh hingga 54,94 persen year on year.
Selain itu, kata Ida, perusahaan mampu menekan biaya produksi barang atau beban pokok penjualan sebesar 5,41 persen menjadi Rp448,37 miliar dari Rp 474,03 miliar pada tahun sebelumnya. Phapros juga berhasil menurunkan beban usaha sebesar 14,64 persen menjadi Rp 406,43 miliar pada 2025 dari Rp 476,12 pada 2024.
Menurut Ida, Phapros juga berhasil melakukan efisiensi produksi. Hal itu tercermin dari penurunan cost of goods sold (COGS) sebesar 5,41 persen. Rasio COGS terhadap penjualan pada 2025 pun turun menjadi 47,65 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 63,65 persen. “Rendahnya rasio COGS terhadap penjualan, menandakan bahwa proses produksi berjalan sangat efisien dan margin laba kotor yang lebih besar,” ucap Ida.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Di sisi kewajiban, anak perusahaan PT Kimia Farma itu berhasil memangkas liabilitas dari Rp 1.036,92 miliar pada 2024 menjadi Rp 959,7 miliar pada 2025, atau turun 7,45 persen. Kondisi tersebut mendorong peningkatan ekuitas pada 2025 menjadi Rp 427,47 miliar atau naik 8,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 393,12 miliar.
Ida mengatakan Phapros juga mampu menjaga arus kas dengan baik. Arus kas bersih dari aktivitas operasi perusahaan tercatat positif Rp 123,757 miliar, dengan saldo kas pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 120,98 miliar. Posisi tersebut naik 31,49 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya tercatat sebesar Rp 92 miliar.


















































