PRESIDEN Prabowo Subianto mengajak rakyat untuk jujur melihat kondisi Indonesia, ketika menyampaikan amanat dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Prabowo menyampaikan hal tersebut saat bertindak sebagai inspektur upacara di pada Senin, 1 Juni 2026.
Kepala Negara berkata, perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan selama beberapa beberapa puluh tahun ke belakang. Namun, ia menilai dampaknya belum dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat.
“Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata, sudah dirasakan oleh seluruh rakyat indonesia secara adil?” ucap Prabowo di Lapangan Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta, pada Senin pagi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia kemudian mengimbuhkan, “Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang.”
Ketua Umum Partai Gerindra ini berujar, Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Kata Prabowo, Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern.
Misalnya, ia menyebutkan, berbagai mineral penting seperti tembaga, timah, emas, hingga logam tanah jarang. “Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel,” ucap Prabowo.
Mantan Menteri Pertahanan ini juga mengatakan bahwa Indonesia mampu memproduksi komoditas-komoditas pertanian lain yang penting. Prabowo juga mengklaim bahwa Indonesia kini sudah mencapai swasembada pangan. “Di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap," ujarnya.
"Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat," kata Prabowo menambahkan.
Prabowo Subianto menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai inspektur upacara. Ia tiba di kompleks Kementerian Luar Negeri sekitar pukul 09.36 WIB.
Jajaran pembantu Prabowo di Kabinet Merah Putih telah tiba terlebih dahulu sejak sebelum pukul 09.00 WIB. Mereka yang hadir di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto; Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan; Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra; Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian; Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai; hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Kemudian ada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid; Menteri Kebudayaan Fadli Zon; serta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Tampak hadir pula di lokasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka; Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi; Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra; Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo; Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto; dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak.
Selain itu, sejumlah pemimpin negara terdahulu turut menghadiri upacara hari ini. Berdasarkan pantauan Tempo, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, juga berada di lokasi.
















































