REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pusat Studi Ketahanan Nasional (Pustanas) Universitas Nasional (Unas) menjalin perjanjian kerja sama dengan mitra lintas sektor, antara lain PT Indorajawali, PT Arunika Bumi Lestari, serta SMC Orchestra, dalam kesepakatan yang berorientasi pada penguatan ketahanan nasional berbasis ekosistem madani. Pembicaraan kerja sama tersebut berlangsung di kantor Pustanas, Unas, Jumat (9/1/2026).
Kerja sama dirancang sebagai kolaborasi jangka panjang yang mengintegrasikan dimensi ketahanan lingkungan, ketahanan pangan, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan nilai-nilai spiritual dan kebudayaan. Pustanas menegaskan pendekatan ketahanan nasional tidak lagi dapat dipahami semata-mata dalam perspektif pertahanan dan keamanan, melainkan harus dikembangkan secara holistik melalui sinergi antara akademisi, dunia usaha, komunitas seni, dan masyarakat sipil.
Salah satu implementasi kerja sama ini adalah kolaborasi antara Pustanas dan PT Arunika Bumi Lestari yang berfokus pada pembangunan desa mandiri di wilayah pesisir. Program tersebut akan berbasis ketahanan lingkungan dan ketahanan pangan, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat lokal, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi model percontohan nasional dalam menjawab tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan pesisir, dan kerentanan pangan masyarakat maritim.
Sementara itu, kerja sama Pustanas dengan PT Indorajawali dan SMC Orchestra diarahkan pada penyelenggaraan kegiatan Sambut Ramadhan bertajuk 'Sang Maha Cahaya'. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 12 Februari 2026 dan akan dikemas dalam rangkaian Workshop Pengembangan Talenta, Kelas Motivasi, serta Konser Religi yang akan diisi oleh SMC Orchestra bersama penyanyi religi ternama Opick. Acara ini juga akan melibatkan berbagai mitra tambahan dari sektor perbankan, UMKM, media, serta pengembang properti berbasis syariah.
Kepala Pustanas, Iskandarsyah Siregar, mengatakan rangkaian kerja sama tersebut merupakan wujud dari mimpi panjang yang telah ia bangun selama bertahun-tahun. Menurutnya, ketahanan nasional yang kokoh harus ditopang oleh ekosistem madani yang mengedepankan nilai kebersamaan, kemandirian ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kekuatan moral-spiritual masyarakat.
“Sejak lama saya bercita-cita membangun ketahanan nasional berbasis ekosistem madani. Ketahanan bukan hanya soal negara yang kuat, tetapi masyarakat yang berdaya, berkarakter, dan memiliki orientasi jangka panjang terhadap masa depan bangsa,” ujar Iskandarsyah.
Ia menambahkan Pustanas berkomitmen menjadi simpul penghubung antara riset akademik dan implementasi nyata di tengah masyarakat.
Pandangan serupa disampaikan Presiden Direktur PT Indorajawali sekaligus inisiator Sang Maha Cahaya, Abdul Aziz. Ia menegaskan kerja sama ini tidak berhenti pada satu agenda seremonial atau satu kegiatan Ramadhan semata.
Menurutnya, 'Sang Maha Cahaya' dirancang sebagai gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh civitas akademika dan komponen masyarakat.
“Kami mengonsep kegiatan ini sebagai pintu masuk untuk program-program lanjutan, seperti produksi film layar lebar, penerbitan buku berseri, pembentukan unit-unit usaha berbasis nilai, serta penyediaan program beasiswa ke universitas-universitas mitra di luar negeri,” kata Abdul Aziz.
Ia menilai kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan seniman merupakan fondasi penting untuk menciptakan dampak sosial yang luas dan berjangka panjang.
Pengamat menilai langkah Pustanas ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam pembangunan ketahanan nasional di Indonesia. Ketahanan tidak lagi dipahami secara sektoral, melainkan sebagai sistem yang hidup, dinamis, dan terintegrasi dengan budaya, ekonomi, serta spiritualitas masyarakat.
Dengan melibatkan dunia usaha, seni, dan komunitas, Pustanas dinilai berhasil membuka ruang kolaborasi baru yang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Ke depan, Pustanas bersama para mitra berencana memperluas cakupan kerja sama ke berbagai wilayah di Indonesia. Melalui pendekatan lintas sektor ini, Pustanas berharap dapat berkontribusi nyata dalam membangun Indonesia yang tangguh, berdaulat, dan berkeadaban, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak transformasi sosial dan nasional.

10 hours ago
2















































