Perempuan Palestina Rentan Hadapi Penindasan dan Pengabaian Medis di Penjara Israel

2 hours ago 3

Oleh: Alaa Shamali, Jurnalis dan warga Gaza

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Kantor Informasi Tahanan Palestina mengungkap kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan yang dialami para tahanan perempuan Palestina di Penjara Damon. Penderitaan mereka terus memburuk akibat pengabaian medis, berlanjutnya tindakan penindasan dan isolasi, serta penahanan perempuan hamil, pasien kanker, anak di bawah umur, dan lanjut usia dalam kondisi yang tidak memenuhi standar paling dasar kehidupan yang manusiawi.

Kantor tersebut menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 99 tahanan perempuan yang ditahan di Penjara Damon, yang mengalami peningkatan pelanggaran terhadap para tahanan perempuan di tengah memburuknya kondisi kesehatan fisik dan psikologis mereka.

Kantor itu juga menyebutkan bahwa tiga tahanan perempuan yang sedang hamil, yaitu Amina Shaher Al-Tawil, Dana Anad Joudeh, dan Manar Ibrahim Karajah, menjalani masa kehamilan mereka di dalam penjara, jauh dari keluarga, tanpa memperoleh perawatan medis yang memadai bagi mereka maupun janin yang mereka kandung.

Di bidang kesehatan, tahanan perempuan Fidaa Assaf menderita leukemia, sementara Suhair Za’aqiq berjuang melawan penyakit kanker. Di sisi lain, Abeer Odeh menghadapi kondisi kesehatan yang kompleks setelah kehilangan 25 persen kerongkongan dan sebagian ususnya. Ia juga mengalami muntah darah berulang, sementara hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya tiga benjolan di lambungnya. Selain itu, tahanan perempuan Fatimah Yusuf menderita hepatitis, di tengah terus berlanjutnya pengabaian medis dan keterlambatan dalam menerima pengobatan.

Kantor tersebut juga menyoroti kasus-kasus kemanusiaan lainnya, termasuk tahanan perempuan Firdaws Tanatrah yang mengalami disabilitas fisik, serta tahanan lanjut usia Salwa Ghawadra dari Jenin yang mengalami gejala penyakit Alzheimer hingga tidak lagi mengingat usia sebenarnya, setelah ditangkap di salah satu pos pemeriksaan militer.

Kantor itu menjelaskan bahwa anak-anak masih berada di balik jeruji besi, karena otoritas pendudukan Israel masih menahan dua tahanan perempuan di bawah umur, yaitu Ola Qteishat dan Nada Bani Odeh, di sebuah kamar yang terpisah dari tahanan perempuan lainnya. Sementara itu, dua tahanan perempuan lainnya, Sally Sidqah dan Hanaa Hammad, dipindahkan ke kamar lain setelah mencapai usia 18 tahun selama menjalani penahanan.

Laporan tersebut menegaskan bahwa administrasi Penjara Damon terus menjalankan kebijakan penindasan terhadap para tahanan perempuan. Selama bulan April, pihak penjara melakukan 21 operasi penindasan, disusul lima operasi pada bulan Mei, dengan yang paling keras terjadi pada tanggal 13 Mei, serta empat operasi penindasan lainnya selama bulan Juni.

Otoritas pendudukan Israel juga terus menahan tiga tahanan perempuan dalam isolasi sel, yaitu Shireen Hamamreh, Nidaa Qatamesh, dan Aya Fuqaha. Mereka menerapkan kebijakan rotasi isolasi setiap pekan sebagai upaya untuk menguras kondisi psikologis para tahanan dan mematahkan semangat mereka.

Kantor Informasi Tahanan Palestina menegaskan bahwa apa yang dialami para tahanan perempuan di Penjara Damon merupakan eskalasi serius terhadap pelanggaran hak-hak mereka. Kantor tersebut menyerukan kepada masyarakat internasional serta lembaga-lembaga hak asasi manusia dan kemanusiaan agar segera mengambil tindakan untuk memberikan perlindungan kepada para tahanan perempuan serta mengakhiri kebijakan pengabaian medis, penindasan, dan isolasi yang diberlakukan terhadap mereka.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |