Perbedaan Eau de Parfum dan Eau de Toilette, Mana Paling Awet?

15 hours ago 2

CANTIKA.COM, Jakarta - Memilih wewangian sering kali terasa membingungkan saat kita dihadapkan pada berbagai label di rak kosmetik. Memahami perbedaan eau de parfum dan eau de toilette bukan sekadar soal selera aroma, melainkan tentang mencocokkan jenis parfum perempuan dengan kebutuhan aktivitas, cuaca, dan bujet agar kamu tidak salah beli.

Berikut perbedaan Eau de Parfum dan Eau de Toilette:

Apa Itu Eau de Parfum (EDP)?

Eau de Parfum adalah jenis wewangian dengan konsentrasi minyak wangi yang cukup pekat, umumnya berkisar antara 15 hingga 20 persen. Tingginya kadar minyak esensial ini membuat EDP memiliki karakter aroma yang lebih intens dan berkarakter.

Berdasarkan catatan medis dari American Academy of Dermatology (AAD), wewangian dengan rasio alkohol yang lebih rendah, seperti yang ditemukan pada formula EDP. Jauh lebih bersahabat bagi pemilik kulit sensitif karena risiko untuk memicu kekeringan, kemerahan, atau rusaknya skin barrier jauh lebih kecil dibandingkan formula body mist atau EDT yang didominasi alkohol.

Apa Itu Eau de Toilette (EDT)?

Berbeda dengan kepekatan EDP, eau de toilette hadir dengan konsentrasi wewangian yang lebih ringan, yakni sekitar 5 hingga 15 persen. Jika kamu masih bingung apa bedanya body mist dan eau de toilette, jawabannya terletak pada struktur aromanya.

Body mist didominasi air dan alkohol sehingga wanginya menguap dalam hitungan menit, sementara EDT memiliki lapisan notes wewangian yang cukup mumpuni untuk bertahan lebih lama di kulit. EDT dirancang untuk memberikan kesegaran instan yang tidak menyengat.

4 Perbedaan Utama EDP dan EDT yang Wajib Tahu

Saat membandingkan wewangian, pertanyaan tentang mana yang lebih tahan lama EDP atau EDT sering kali muncul. Agar tidak bingung saat memilih, berikut adalah empat perbedaan mendasarnya:

- Tingkat Konsentrasi Esens: Ini adalah akar dari segala perbedaan. EDP memiliki kadar minyak wangi murni yang jauh lebih pekat dibandingkan EDT yang formulanya lebih ringan dan banyak mengandung alkohol.

- Ketahanan Parfum di Kulit: Jawabannya jelas ada pada EDP yang aromanya bisa memeluk tubuh hingga 8 jam, menciptakan wangi tahan lama untuk menemani kesibukanmu. Sebaliknya, aroma EDT umumnya mulai memudar setelah 3-4 jam pemakaian.

- Evolusi Aroma (Notes): EDT sangat menonjolkan top notes yang segar dan langsung tercium kuat pada semprotan pertama. Sementara itu, EDP menguap lebih lambat di kulit, sehingga aromanya berevolusi secara elegan menuju heart dan base notes sepanjang hari.

- Harga di Pasaran: Tingginya persentase minyak esensial pada proses formulasi berdampak langsung pada harga parfum; sebotol EDP umumnya dibanderol lebih mahal dibandingkan EDT pada merek dan seri yang sama.

Tips Memilih Konsentrasi Parfum Sesuai Acara

Memiliki berbagai jenis wewangian di meja rias adalah sebuah investasi penampilan. Namun, pemilihan konsentrasi ini sebaiknya benar-benar disesuaikan dengan agendamu. Jika kamu masih bingung kapan harus memakai eau de parfum atau varian lainnya, ikuti panduan praktis berikut:

- Acara Malam dan Ruangan Ber-AC (Gunakan EDP): Waktu terbaik untuk menyemprotkan eau de parfum adalah saat kamu menghadiri jamuan makan malam, kencan romantis, atau bekerja di dalam ruangan ber-AC seharian. Konsentrasinya yang tinggi akan memberikan kesan elegan dan mewah yang menetap lama di tubuh.

- Aktivitas Siang Hari dan Olahraga (Gunakan EDT): Sebaliknya, jadikan eau de toilette sebagai andalan untuk aktivitas luar ruangan di siang hari atau saat kamu berolahraga di gym. Aromanya yang jauh lebih ringan dan segar dijamin tidak akan membuat pusing atau menyengat ketika bercampur dengan produksi keringat.

Pilihan Editor: 5 Pilihan Parfum Lokal Tahan Lama dan Ramah di Kantong

DINI DIAH

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |