SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan tidak ada rencana penarikan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Libanon. Pemerintah sebelumnya diminta untuk mengevaluasi keterlibatan dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) setelah peristiwa tewasnya tiga prajurit TNI dalam misi tersebut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Meski tidak ada rencana penarikan pasukan, Teddy berujar pemerintah terus mengevaluasi situasi di Libanon. "Tidak ada untuk ke situ (menarik pasukan). Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan keluar," kata Teddy di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat malam, 10 April 2026.
Menurut Teddy, Indonesia berkomitmen menempatkan pasukan TNI di luar negeri dalam misi menjaga perdamaian dunia. Sikap itu, kata dia, sudah ditegaskan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hingga Menteri Luar Negeri Sugiono.
"Saya rasa Bapak Panglima TNI kemudian Menteri Luar Negeri sangat tegas mengenai semua prajurit kita yang berada di luar negeri dan dalam negeri," tuturnya.
Teddy menyampaikan, pengiriman pasukan TNI ke UNIFIL sudah sesuai dengan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. "Jadi, saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan bahwa sesuai undang-undang pembukaan alinea empat: menertibkan, ketertiban dunia. Jadi, kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada," kata Teddy.
Kementerian Luar Negeri sebelumnya mendesak PBB dan otoritas Libanon memastikan investigasi atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL berjalan transparan dan menyeluruh. Pemerintah juga meminta para pelaku yang bertanggung jawab segera diadili.
“Menlu Sugiono telah melakukan komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Libanon dan Sekjen PBB langsung pada 30 Maret 2026 untuk memastikan proses investigasi segera dilakukan dengan transparan dan menyeluruh serta perlindungan penuh bagi keamanan dan keselamatan personel UNIFIL,” ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu, Veronica Vicka Ancilla Rompis dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu, 8 April 2026.
Tiga prajurit TNI yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Ketiganya tewas akibat serangan artileri yang diluncurkan Israel di area markas UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026.
UNIFIL telah menggelar upacara penghormatan pada 2 April 2026 waktu setempat. Jenazah kemudian disemayamkan di VIP Room Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu malam, 4 April 2026.A
Adinda Jasmine berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Kejanggalan-Kejanggalan Pengadaan Sepeda Motor MBG
















































