REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PAM Jaya menyiapkan investasi senilai Rp 22,8 triliun untuk melakukan peremajaan 13 ribu kilometer jaringan pipa air bersih di Jakarta. Hal itu dilakukan untuk mengatasi masalah kehilangan air atau non-revenue water (NRW).
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan pihaknya berencana melakukan penjajakan minat pasar (market sounding) dilakukan pada Desember 2026. Hal itu dilakukan sebagai langkah awal mencari skema investasi penggantian jaringan pipa tersebut.
"Dalam waktu dekat kami akan melakukan market sounding, target waktunya sekitar bulan Desember," kata dia melalui keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Meski begitu, pihaknya akan secara hati-hati melakukan penjajakan investasi. Pasalnya, nilai investasi yang dibutuhkan cukup besar, sehingga dibutuhkan persiapan matang untuk melakukannya. Terlebih, kondisi keuangan PAM Jaya saat ini masih relatif sehat.
"Kami harus menghitung secara cermat apakah investasi sebesar itu nantinya dapat memberikan pengembalian yang memadai melalui skema business to business (B2B)," kata Arief.
Ia menjelaskan, penurunan NRW merupakan salah satu program prioritas bagi perusahaannya. Menurutnya, definisi NRW mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 18 Tahun 2007 yang membagi kehilangan air ke dalam tiga kategori, yakni konsumsi resmi tak berrekening, kehilangan komersial, dan kehilangan fisik.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menilai langkah PAM Jaya dalam mengatasi masalah NRW sudah cukup komprehensif. Apalagi, biaya yang dibutuhkan untuk melakukan penggantian sekitar 13 ribu kilometer jaringan pipa itu cukup besar.
"Saya melihat langkah yang disiapkan PAM Jaya cukup komprehensif dalam menyelesaikan persoalan kebocoran air. Kami dari Komisi B tentu mengapresiasi upaya PAM JAYA yang terus bekerja keras untuk menurunkan angka NRW," kata dia.
Di sisi lain, Nova menambahkan, PAM Jaya juga perlu memperluas sambungan rumah. Dengan begitu, air yang telah diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
"Jangan sampai air hanya mengalir atau tersimpan di jaringan pipa tanpa tersambung ke rumah-rumah warga. Dengan bertambahnya sambungan rumah, diharapkan angka NRW bisa turun dari tiga kategori yang tadi dijelaskan," kata dia.

2 hours ago
2











































