Momen Langka, Matahari Berada Tepat di Atas Ka'bah Usai Kumandang Adzan Dzuhur, Apa yang Terjadi?

2 days ago 9

Jamaah calon haji dari berbagai negara bersiap menjalankan shalat maghrib di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026) waktu setempat. Kementerian Haji dan Umrah RI menyatakan menjelang fase puncak haji pergerakan jamaah menuju Makkah terus berlangsung secara bertahap yang hingga hari ke-23 operasional penyelenggaraan haji atau Rabu 13 Mei 2026, jumlah jamaah calon haji Indonesia yang telah tiba di Makkah tercatat sebanyak 312 kloter dengan 120.507 orang.

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH — Langit di atas kota suci Makkah menjadi saksi fenomena astronomi langka pada Kamis (28/5/2026) pukul 12.18 waktu setempat. Matahari secara presisi bergerak melintas tepat di atas Ka'bah, demikian laporan yang dirilis oleh kantor berita resmi Arab Saudi, SPA yang dikutip laman Arab News.

Peristiwa alam ini bertepatan langsung dengan berkumandangnya azan Dzuhur. Momentum tersebut memberikan kesempatan alami yang sangat akurat bagi umat Islam di seluruh dunia untuk menentukan dan memverifikasi kembali arah kiblat.

Direktur Asosiasi Astronomi Jeddah, Majed Abu Zahra, menjelaskan bahwa matahari mencapai titik terdekatnya untuk tegak lurus sempurna di atas Ka'bah pada ketinggian 89,94 derajat. Angka ini hanya berselisih sekitar 0,06 derajat (sekitar 3,6 menit busur) dari posisi vertikal sempurna.

Kondisi ini memberikan peluang langsung bagi masyarakat untuk memverifikasi akurasi arah kiblat secara mandiri dengan memanfaatkan posisi matahari dan bayangan benda tegak. Mengingat posisi sudut datang sinar matahari yang tegak lurus menembus bumi, Ka'bah dan seluruh benda vertikal di kota Makkah kehilangan bayangannya secara total pada menit presisi tersebut.

Terjadi Dua Kali Setahun

Abu Zahra menambahkan bahwa fenomena alam ini terjadi dua kali dalam setahun. Hal tersebut merupakan dampak dari gerak semu matahari di antara Garis Balik Utara (Tropic of Cancer) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn).

Secara geografis, kota Makkah berada di koordinat lintang sekitar 21,4 derajat Utara. Oleh karena itu, matahari akan melintas tepat di atas garis koordinat langit Makkah dua kali setahun, yaitu akhir Mei saat matahari bergerak melakukan perjalanan semu ke utara dan pertengahan Juli, saat matahari bergerak kembali menuju ke selatan.

Fenomena ini memiliki signifikansi ilmiah dan edukatif yang besar karena berkaitan erat dengan perhitungan astronomis, pergerakan bumi, serta koordinat benda langit. Dalam catatan sejarah, metode navigasi ini telah digunakan sejak berabad-abad lalu oleh para ilmuwan Muslim abad pertengahan untuk mengalibrasi arah kiblat masjid-masjid di berbagai belahan benua.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |