REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengonfirmasi rencana peluncuran model elektrifikasi pada semester kedua 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah Mitsubishi untuk memperkuat portofolio produk ramah lingkungan sekaligus menjawab dinamika pasar otomotif nasional yang semakin kompetitif.
Manajemen MMKSI menyebutkan, model yang akan diperkenalkan berada pada segmen hybrid, meski detail jumlah dan spesifikasinya belum dapat diungkapkan secara rinci. “Pada paruh kedua tahun ini kami berupaya menghadirkan model hybrid. Apakah satu atau dua model, akan kami sampaikan pada waktunya,” ujar Presiden Direktur PT MMKSI Atsushi Kurita dalam sesi media di booth Mitsubishi, IIMS 2026, JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Dia menegaskan, penentuan jadwal dan produk sangat bergantung pada kesiapan pasar serta strategi global perusahaan.
"Saya tidak bisa bilang kami akan meluncurkan satu atau dua produk sekaligus atau bahkan tiga. Semua peluang itu mungkin. Nanti akan kami sampaikan lagi," kata dia.
Kurita mengatakan, Mitsubishi punya strategi berbeda di tiap negara. Dia mencontohkan di pasar Amerika, Mitsubishi Outlander PHEV diterima di pasar. Mitsubishi juga melepas model hybrid yang diterima dengan baik di Thailand.
Sementara untuk di Indonesia saat ini, Mitsubishi masih fokus pada produk yang lebih banyak mengandalkan teknologi ICE yang mendapatkan penerimaan yang baik dari masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, Mitsubishi Destinator yang diluncurkan pada Juli lalu menjadi market leader dengan pangsa pasar 53,7 persen untuk kategori medium SUV 7 Seater. Sebanyak 16 ribu unit sudah terjual sejak Destinator pertama kali diluncurkan secara resmi di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.
Namun, MMKSI tidak menutup mata akan kecenderungan meningkatnya permintaan model elektrifikasi.
MMKSI juga menaruh perhatian besar pada penguatan layanan purnajual melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Dengan memanfaatkan basis data konsumen yang telah dibangun selama lebih dari 55 tahun di Indonesia, perusahaan menargetkan layanan yang semakin personal dan relevan bagi setiap pelanggan.
Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat loyalitas konsumen, tidak hanya dari sisi kualitas kendaraan, tetapi juga dari pengalaman layanan secara menyeluruh.
Pada ajang IIMS tahun ini, Mitsubishi menargetkan capaian penjualan yang solid seiring dengan posisi kuatnya di pasar nasional. MMKSI optimistis mempertahankan peringkat tiga besar merek terlaris di Indonesia, sekaligus memperkuat dominasinya di segmen SUV menengah.
Untuk sepanjang 2026, Mitsubishi membidik penjualan di kisaran 82.000–83.000 unit untuk semua produknya, sejalan dengan target pangsa pasar sekitar 10 persen, di tengah tantangan daya beli dan ketidakpastian pasar.
Manajemen MMKSI juga berharap adanya dukungan kebijakan dari pemerintah untuk mendorong permintaan kendaraan, termasuk melalui insentif yang dapat membantu pemulihan industri otomotif nasional.
“Jika ada dukungan yang tepat, kami percaya pasar dapat bergerak lebih positif,” ujar manajemen. Dengan kombinasi produk baru, strategi layanan berbasis teknologi, dan penguatan jaringan dealer, Mitsubishi optimistis tetap kompetitif dan relevan di pasar otomotif Indonesia.

3 weeks ago
10
















































